Sumsel

Waspada Asap Karhutla, BPBD Sumsel Bakal Rekomendasikan Sekolah Diliburkan

Kurnia | 10 Agustus 2026, 21:00 WIB
Waspada Asap Karhutla, BPBD Sumsel Bakal Rekomendasikan Sekolah Diliburkan
Karhutla - Raphel Aziza/AKURAT.CO

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memburuk.

Salah satu opsi yang akan direkomendasikan adalah meliburkan kegiatan sekolah apabila kualitas udara sudah mengganggu kesehatan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyabana mengatakan, rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada instansi terkait jika kondisi asap semakin pekat dan membahayakan.

"Jika eskalasi karhutla di Sumsel semakin meningkat dan asap mulai mengganggu kualitas udara, pernapasan, dan kesehatan masyarakat, kita akan merekomendasikan untuk meliburkan sekolah," ujar Iqbal, Senin (11/8/2026).

Menurutnya, keputusan terkait aktivitas sekolah nantinya akan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Terutama tingkat kepekatan asap serta dampaknya terhadap kesehatan dan kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Karhutla Makin Meluas, 11 Kabupaten/Kota Sumsel Kini Berstatus Zona Merah

BPBD Sumsel saat ini masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla dan kualitas udara. Langkah lanjutan akan dikoordinasikan bersama instansi terkait sesuai kondisi yang terjadi.

"Kalau asap mulai tebal dan berbahaya, tentunya kita akan merekomendasikan kepada dinas terkait langkah-langkah apa saja yang perlu diambil," katanya.

Meski demikian, Iqbal menegaskan hingga saat ini belum ada rekomendasi untuk meliburkan sekolah.

"Untuk saat ini belum ada usulan dan rekomendasi itu," ujarnya.

Iqbal mengatakan, pihaknya berharap kondisi karhutla tidak berkembang hingga menimbulkan bencana asap. Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat.

Bahkan, dampak asap akibat karhutla dinilai dapat meluas hingga memengaruhi hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan.

Sementara itu, BPBD Sumsel mencatat asap karhutla mulai terasa di sejumlah wilayah Palembang dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum terjadi sepanjang hari.

"Di Palembang dalam empat hari terakhir terasa asap karhutla di Palembang. Tapi, tidak terjadi sepanjang hari," kata Iqbal.

Sebagai langkah pencegahan, pembagian masker kepada masyarakat juga dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan asap.

BPBD Sumsel pun terus memantau kondisi karhutla dan kualitas udara sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya bersama instansi terkait.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia