Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sumsel Siaga Dini Cegah Karhutla dan Kekeringan

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026 membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi cuaca yang diperkirakan lebih kering dari biasanya berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyatakan langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini. Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana, mengatakan pihaknya mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang meningkat lebih cepat dari pola tahunan.
“Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini cenderung maju. Kalau biasanya puncaknya terjadi Juli hingga September, sekarang indikasinya lebih cepat,” ujar Iqbal, Rabu (1/4/2026).
Sebagai bentuk kesiapan, BPBD Sumsel berencana menggelar apel siaga pada akhir April atau awal Mei. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD kabupaten/kota, hingga pihak swasta.
Menurut Iqbal, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi karhutla yang kerap terjadi di Sumsel. Terlebih, sebagian besar wilayah provinsi ini didominasi lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat memasuki musim kering.
Baca Juga: Pemkot Palembang Tegaskan WFH Bukan Libur, ASN Wajib Siap Dipanggil Kapan Saja
Sejumlah daerah seperti Banyuasin dan Muara Enim masuk dalam kategori rawan dan menjadi prioritas pengawasan.
“Lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar, baik karena faktor alam maupun aktivitas manusia. Ini yang harus diantisipasi bersama,” katanya.
Selain karhutla, ancaman kekeringan juga menjadi perhatian serius. Menurunnya ketersediaan air dikhawatirkan dapat memicu aktivitas berisiko, termasuk praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Untuk itu, BPBD terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan api secara sembarangan. Iqbal menegaskan, tindakan pembakaran lahan memiliki konsekuensi hukum yang tegas.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai ada yang membuka lahan dengan cara dibakar karena itu melanggar hukum,” tegasnya.
Dengan langkah antisipasi yang dilakukan lebih awal, BPBD Sumsel berharap dampak musim kemarau tahun ini dapat ditekan, sehingga risiko karhutla dan kekeringan tidak berkembang menjadi bencana besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








