Sumsel

8.677 Hotspot Tercatat Sepanjang 2026, 91 Titik Muncul di Sumsel Hari Ini

Kurnia | 18 Agustus 2026, 19:00 WIB
8.677 Hotspot Tercatat Sepanjang 2026, 91 Titik Muncul di Sumsel Hari Ini
Karhutla di Sumsel. - Manggala Agni

AKURAT.CO SUMSEL Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih tinggi. Sebanyak 91 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Sumsel hingga Selasa (18/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 40 hotspot. Kondisi ini menjadi perhatian karena cuaca kering membuat lahan di sejumlah daerah lebih mudah terbakar.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan karhutla masih ditemukan secara fluktuatif di sejumlah wilayah.

"Cuaca kering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk kejadian karhutla di Sumsel masih terbilang fluktuatif," ujar Sudirman, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel hingga 17 Agustus 2026, terdapat 1.420 kejadian karhutla sejak 1 Januari. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 1.926,2 hektare.

Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan mineral dengan luas sekitar 1.857,7 hektare. Sementara lahan gambut yang terdampak mencapai 68,5 hektare.

OKU menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni mencapai 516 hektare. Disusul Banyuasin 274,4 hektare, Ogan Ilir 272,5 hektare, OKI 230,3 hektare, Musi Banyuasin 228 hektare, Muara Enim 141,9 hektare, dan Musi Rawas Utara 111,9 hektare.

Sementara itu, total hotspot yang terpantau di Sumsel sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 8.677 titik.

Baca Juga: Karhutla Dekati Permukiman, Asap Pekat Selimuti Jalinsum Palembang-Indralaya

Pada 18 Agustus, hotspot terbanyak terdeteksi di OKI dengan 22 titik. Berikutnya Muara Enim, Banyuasin dan Ogan Ilir masing-masing sembilan titik.

Empat Lawang tercatat delapan titik, OKU Timur tujuh titik, OKU lima titik, serta Musi Rawas empat titik. Hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lain, termasuk Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Palembang, Lahat, OKU Selatan, Prabumulih dan PALI.

Tak hanya peningkatan titik panas, kabut asap juga mulai terpantau di sejumlah daerah. BPBD mencatat kondisi moderate haze atau kabut asap sedang di Muara Enim, Ogan Ilir, Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Sudirman mengatakan kondisi tersebut membuat penanganan karhutla terus diperkuat. Tim gabungan melakukan patroli darat dan udara, pemantauan hotspot, sosialisasi pencegahan hingga pemadaman di lokasi kebakaran.

Saat ini, empat wilayah menjadi fokus penanganan, yakni OKI, Muara Enim, Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.

Operasi udara juga disiapkan untuk mempercepat penanganan titik api. Sebanyak sembilan helikopter disiagakan, dengan dua unit digunakan untuk patroli dan enam unit untuk operasi water bombing.

BPBD Sumsel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut semakin penting karena kondisi lahan yang kering membuat api mudah menyebar.

"Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena lahan dan kawasan hutan saat ini sangat mudah terbakar dan api dapat cepat meluas," ujar Sudirman.

Baca Juga: Pinjam Motor Alasan Ambil Gaji, Kakak Ipar di Palembang Malah Tak Bisa Dihubungi

BPBD berharap pemerintah daerah, tim gabungan dan masyarakat ikut memperkuat upaya pencegahan agar karhutla tidak semakin meluas serta dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga dapat ditekan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia