Sumsel
HL Sumsel

Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun

Septiyanti Dwi Cahyani | 23 April 2026, 08:00 WIB
Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun
Ilustrasi musim kemarau.

AKURAT. CO SUMSEL - Saat ini di Indonesia tengah memasuki masa peralihan musim dari hujan ke kemarau.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia sudah mulai memasuki musim panas.

Namun, ada juga sejumlah daerah yang masih sering turun hujan. BMKG menjelaskan, musim kemarau di Indonesia datang dari selatan.

Baca Juga: Kriminalitas di Sumsel Tembus 15.383 Kasus pada 2025, Palembang Tertinggi

Musim kemarau dibawa oleh angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia.

Benarkah Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah dalam 30 Tahun?

Sebelumnya, beredar narasi bahwa musim kemarau tahun ini akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun.

Baca Juga: Iming-iming Untung Ratusan Juta, Pensiunan di Palembang Tertipu Bisnis Alat Berat via Medsos

Faktanya, BMKG memang mengatakan bahwa kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dari biasanya dibandingkan dengan rata-rata iklim normal.

Namun, bukan berarti ini kemarau paling parah dalam 30 tahun terakhir.

Hal ini disampaikan BMKG melalui unggahan di akun Instagramnya @infobmkg pada Selass (21/4/2026).

Baca Juga: Tips Melihat Puncak Hujan Meteor Lyrid yang Akan Terjadi Malam Ini

Prediksi Musim Kemarau di Indonesia

Musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak datang secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut adalah prediksi musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia:

Baca Juga: Banjir Berulang di Palembang, Pemkot Perkuat Penanganan dari Drainase hingga Satgas

  • April-Mei: NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah.

  • Juni: Sebagian besar Sumatera

  • Juli: Sebagian Kalimantan dan Sulawesi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.