Sumsel

Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Sumsel Petakan 12 Wilayah Rawan Karhutla

Septiyanti Dwi Cahyani | 7 April 2026, 10:00 WIB
Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Sumsel Petakan 12 Wilayah Rawan Karhutla
Ilustrasi Karhutla.

AKURAT. CO SUMSEL - Puncak kemarau pada tahun 2026 diprediksi akan lebih panjang akibat dipengaruhi fenomena El-Nino.

Fenomena ini menyebabkan kemarau di Indonesia, khususnya di sumatera selatan lebih kering, yang dapat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, mulai menyiapkan kanal sebagai tempat penampungan air di daerah rawan terjadi kebakaran.

Baca Juga: Saat SBY Kirim AHY Jadi Pasukan Perdamaian Pertama ke Lebanon

Selain itu, BPBD Sumsel juga telah memetakan sebanyak 12 kabupaten/kota yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana mengatakan, daerah-daerah tersebut menjadi prioritas penanganan karena berpotensi mengalami kejadian karhutla dengan luasan yang cukup signifikan.

Adapun 12 wilayah tersebut diantaranya;

Baca Juga: Siap-siap, Kemnaker Buka Lagi Pembinaan dan Sertifikasi K3 Gratis, Tersedia 2100 Kuota

Daftar 12 Daerah Rawan Karhutla di Sumsel

1. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

2. Kabupaten Banyuasin

3. Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)

Baca Juga: Sinopsis dan Daftar Pemain Warung Pocong, Film Horor Komedi Terbaru Tayang 9 April 2026

4. Kabupaten Muara Enim

5. Kabupaten PALI

6. Kabupaten Lahat

7. Kabuoaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur

Baca Juga: Harga Karet Global Menguat di Awal April, Petani Diminta Jaga Kualitas Bokar

8. Kabupaten Musi Rawas

9. Kabupaten Musi Rawas Utara

10. Kabupaten OKU

11. Kabupaten Ogan Ilir

12. Kabupaten OKU Selatan.

Baca Juga: Wali Kota Palembang Minta Kadis PU Baru Turun Tangan Atasi Banjir di Sejumlah Titik

Daerah dengan Kawasan Gambut Menjadi Prioritas

Sejumlah wilayah seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI menjadi prioritas utama karena memiliki kawasan gambut yang luas sehingga berisiko tinggi terhadap kebakaran.

Kebakaran di lahan gambut cenderung sulit dipadamkan karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah.

Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Masyarakat Palembang Kurangi Limbah Sekali Pakai

Langkah Antisipasi Pemprov Sumsel Hadapi Kemarau

1. Apel Siaga Karhutla

Dalam menghadapi potensi karhutla menjelang musim kemarau, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya dengan menggelar apel siaga karhutla yang dijadwalkan pada 22 April 2026 di Griya Agung Palembang, yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Baca Juga: Jumlah Guru SMP di Sumatera Selatan Capai 26.905, Palembang Paling Banyak

2. Penatapan Status Siaga Darurat Karhutla

Pemerintah juga akan menetapkan status siaga darurat, membentuk posko, serta mengajukan dukungan operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter pemadam.

3. Peningkatan Deteksi Dini Karhutla

BPBD Sumsel juga memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan deteksi dini dan respons cepat, patroli terpadu, serta pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala.

Baca Juga: Diiming-imingi Donat, Anak SD Berhasil Selamat dari Percobaan Penculikan

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu karhutla semakin meluas. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.