Ojek Online di Palembang Diteror Sekelompok Remaja Bersajam, Dituduh Mencuri HP hingga Diancam Dibunuh

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pengemudi ojek online di Palembang nyaris menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam setelah dituduh mencuri telepon genggam.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Padmajaya, Lorong Batu Dua, Kecamatan Seberang Ulu II, Kamis (2/7/2026) dini hari itu membuat korban mengalami trauma dan berencana melapor ke polisi.
Korban, Muhammad Aguscik, mengatakan insiden bermula saat dirinya pulang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ketika melintas di lorong menuju rumah, ia berpapasan dengan lima remaja yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan.
Menurut Aguscik, kelompok remaja tersebut sempat menegurnya tanpa alasan yang jelas. Ia menduga mereka salah paham karena dirinya beberapa kali berhenti di perjalanan untuk memeriksa pesan di grup WhatsApp pekerjaannya.
Baca Juga: Modus Minta Tolong Beli Rokok, Pria di Palembang Tega Lecehkan Anak di Bawah Umur
"Saya hanya berhenti sebentar untuk mengecek chat orderan. Mungkin mereka mengira saya menantang, padahal tidak ada niat seperti itu," ujarnya.
Merasa tidak ingin memperpanjang masalah, Aguscik langsung melanjutkan perjalanan dan masuk ke halaman rumah. Namun, situasi berubah mencekam ketika tiga remaja tiba-tiba mengikuti hingga ke depan rumahnya.
Salah seorang di antaranya disebut langsung mengacungkan senjata tajam jenis parang ke arah korban sambil mengeluarkan ancaman akan menghabisi nyawanya.
"Saat saya sedang memasukkan motor ke dalam rumah, mereka sudah ada di belakang. Salah satu langsung menodongkan parang dan mengancam akan membunuh saya," kata Aguscik.
Teriakan korban membuat anggota keluarganya keluar rumah. Ketika keluarga berusaha mengejar para pelaku, salah seorang remaja bahkan berteriak mengaku memiliki pistol.
Keributan tersebut akhirnya menarik perhatian warga sekitar yang datang untuk melerai. Dari situlah Aguscik mengetahui alasan dirinya didatangi kelompok remaja tersebut. Ia dituduh sebagai pelaku pencurian telepon genggam milik salah satu teman mereka.
Korban membantah tuduhan tersebut dan mengaku tidak mengenal para remaja itu.
"Logikanya, buat apa saya mencuri di lingkungan rumah sendiri. Saya juga tidak kenal mereka," ungkapnya.
Aguscik juga menduga sebagian remaja tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras karena cara berjalan mereka terlihat tidak stabil.
Meski tidak mengalami luka fisik, peristiwa itu meninggalkan trauma bagi korban. Ia mengaku akan membuat laporan resmi ke Polrestabes Palembang agar kasus tersebut dapat diproses sesuai hukum.
Selain itu, Aguscik mengimbau warga agar lebih waspada terhadap aksi remaja yang membawa senjata tajam karena dinilai dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
"Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Saya juga mengimbau warga untuk berhati-hati karena sekarang sudah berani membawa senjata tajam hingga ke rumah orang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








