Sumsel

Ojek Online di Palembang Diteror Sekelompok Remaja Bersajam, Dituduh Mencuri HP hingga Diancam Dibunuh

Deny Wahyudi | 2 Juli 2026, 17:54 WIB
Ojek Online di Palembang Diteror Sekelompok Remaja Bersajam, Dituduh Mencuri HP hingga Diancam Dibunuh
Ojek Online di Palembang Diteror Sekelompok Remaja Bersajam, Dituduh Mencuri HP hingga Diancam Dibunuh

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pengemudi ojek online di Palembang nyaris menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam setelah dituduh mencuri telepon genggam.

Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Padmajaya, Lorong Batu Dua, Kecamatan Seberang Ulu II, Kamis (2/7/2026) dini hari itu membuat korban mengalami trauma dan berencana melapor ke polisi.

Korban, Muhammad Aguscik, mengatakan insiden bermula saat dirinya pulang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ketika melintas di lorong menuju rumah, ia berpapasan dengan lima remaja yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan.

Menurut Aguscik, kelompok remaja tersebut sempat menegurnya tanpa alasan yang jelas. Ia menduga mereka salah paham karena dirinya beberapa kali berhenti di perjalanan untuk memeriksa pesan di grup WhatsApp pekerjaannya.

Baca Juga: Modus Minta Tolong Beli Rokok, Pria di Palembang Tega Lecehkan Anak di Bawah Umur

"Saya hanya berhenti sebentar untuk mengecek chat orderan. Mungkin mereka mengira saya menantang, padahal tidak ada niat seperti itu," ujarnya.

Merasa tidak ingin memperpanjang masalah, Aguscik langsung melanjutkan perjalanan dan masuk ke halaman rumah. Namun, situasi berubah mencekam ketika tiga remaja tiba-tiba mengikuti hingga ke depan rumahnya.

Salah seorang di antaranya disebut langsung mengacungkan senjata tajam jenis parang ke arah korban sambil mengeluarkan ancaman akan menghabisi nyawanya.

"Saat saya sedang memasukkan motor ke dalam rumah, mereka sudah ada di belakang. Salah satu langsung menodongkan parang dan mengancam akan membunuh saya," kata Aguscik.

Teriakan korban membuat anggota keluarganya keluar rumah. Ketika keluarga berusaha mengejar para pelaku, salah seorang remaja bahkan berteriak mengaku memiliki pistol.

Keributan tersebut akhirnya menarik perhatian warga sekitar yang datang untuk melerai. Dari situlah Aguscik mengetahui alasan dirinya didatangi kelompok remaja tersebut. Ia dituduh sebagai pelaku pencurian telepon genggam milik salah satu teman mereka.

Korban membantah tuduhan tersebut dan mengaku tidak mengenal para remaja itu.

"Logikanya, buat apa saya mencuri di lingkungan rumah sendiri. Saya juga tidak kenal mereka," ungkapnya.

Aguscik juga menduga sebagian remaja tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras karena cara berjalan mereka terlihat tidak stabil.

Meski tidak mengalami luka fisik, peristiwa itu meninggalkan trauma bagi korban. Ia mengaku akan membuat laporan resmi ke Polrestabes Palembang agar kasus tersebut dapat diproses sesuai hukum.

Selain itu, Aguscik mengimbau warga agar lebih waspada terhadap aksi remaja yang membawa senjata tajam karena dinilai dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

"Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Saya juga mengimbau warga untuk berhati-hati karena sekarang sudah berani membawa senjata tajam hingga ke rumah orang," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia