BNPB Tambah Armada Udara, Sumsel Kini Siagakan Empat Helikopter Water Bombing Hadapi Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat.
Memasuki musim kemarau 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing untuk mendukung upaya pemadaman dari udara.
Tambahan armada tersebut membuat jumlah helikopter water bombing yang disiagakan di Sumsel kini menjadi empat unit.
Kehadiran armada tambahan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Baca Juga: Operasi Patuh Musi 2026 Ditunda, Satlantas Palembang Tunggu Arahan Korlantas
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penambahan helikopter merupakan bentuk dukungan BNPB dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi karhutla yang mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau.
"Tambahan satu helikopter water bombing dari BNPB sudah diterima. Saat ini total ada empat unit yang siap digunakan untuk operasi penanganan karhutla di Sumsel," kata Sudirman, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, armada udara memiliki peran strategis dalam menekan penyebaran api sejak dini.
Selain mampu menjangkau lokasi yang sulit diakses, operasi water bombing juga dapat mempercepat proses pemadaman sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan.
Dengan kekuatan empat helikopter yang kini tersedia, BPBD Sumsel optimistis upaya pengendalian karhutla tahun ini akan lebih efektif dibandingkan sebelumnya.
Selain armada pemadam udara, patroli pemantauan juga tetap dilakukan secara intensif.
Saat ini Sumsel mengoperasikan satu unit helikopter patroli dan satu pesawat Cessna untuk memantau perkembangan titik panas di berbagai wilayah.
"Pemeriksaan dari udara tetap berjalan menggunakan dua armada patroli, yakni helikopter dan pesawat Cessna," ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel telah menetapkan status siaga karhutla.
Pemerintah daerah juga terus mendorong wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi agar segera meningkatkan status kesiapsiagaan guna memperkuat langkah pencegahan.
BPBD Sumsel turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Praktik tersebut dinilai masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan kerugian besar serta kabut asap.
Dengan dukungan armada udara yang semakin lengkap, pemerintah berharap ancaman karhutla selama musim kemarau tahun ini dapat dikendalikan lebih cepat sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








