Sumsel
HL Sumsel

Jemaah Haji Sumsel Diminta Karantina Mandiri 21 Hari Usai Tiba di Tanah Air

Kurnia | 6 Juni 2026, 16:30 WIB
Jemaah Haji Sumsel Diminta Karantina Mandiri 21 Hari Usai Tiba di Tanah Air
Jemaah Haji Sumsel Diminta Karantina Mandiri 21 Hari Usai Tiba di Tanah Air

AKURAT.CO SUMSEL Seluruh jemaah haji asal Sumatera Selatan yang telah kembali dari Tanah Suci diminta menjalani karantina mandiri selama 21 hari.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit menular setelah perjalanan ibadah haji.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang, Arkan Nurwahiddin, mengatakan imbauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Karantina Kesehatan.

"Sesuai instruksi Karantina Kesehatan, seluruh jemaah yang telah tiba di Tanah Air kami minta melakukan karantina mandiri selama 21 hari ke depan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular," ujar Arkan, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, karantina mandiri berlaku bagi seluruh jemaah tanpa terkecuali, baik yang dalam kondisi sehat maupun yang mengalami keluhan kesehatan setelah pulang dari Arab Saudi.

Namun demikian, perhatian khusus diberikan kepada jemaah yang menunjukkan gejala seperti demam, ruam pada kulit, atau kaku kuduk.

Baca Juga: Diduga Cemburu, Suami di Palembang Aniaya Istri hingga Bibir Pecah dan Kepala Bengkak

Mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Jika ada jemaah yang mengalami gejala tersebut, kami sarankan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan agar dapat diketahui kondisi medisnya sejak dini," katanya.

Sementara itu, hingga saat ini sebanyak 1.329 jemaah haji asal Sumatera Selatan telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Palembang. Jumlah tersebut berasal dari tiga kelompok terbang (kloter) yang telah menyelesaikan proses kepulangan.

Pada Jumat (5/6/2026), sebanyak 443 jemaah yang tergabung dalam Kloter 3 tiba di Palembang. Mereka berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Palembang.

Arkan mengungkapkan proses pemulangan jemaah sejauh ini berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari petugas haji, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga pemerintah daerah.

Ia berharap seluruh jemaah yang telah kembali ke Indonesia dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadi teladan di tengah masyarakat setelah menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia