Bongkar Dugaan Korupsi Semen, Kejati Sumsel Sita Mesin dan Peralatan Lengkap

AKURAT.CO SUMSEL Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) kembali melakukan penyitaan aset dalam perkara dugaan korupsi distribusi semen di wilayah Sumatera Selatan.
Penyitaan terbaru dilakukan pada Kamis, 30 April 2026, di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang. Aset yang diamankan merupakan milik PT KMM dan diduga berkaitan dengan perkara yang tengah disidik.
Dalam kegiatan tersebut, penyidik menyita satu unit mesin Concrete Batching Plant merek SICOMA berkapasitas 2,5 meter kubik.
Selain itu, turut diamankan berbagai komponen pendukung seperti aggregate storage group, concrete mixer, main chasis section untuk penimbangan semen dan air, control cabin, cement silo, hingga generator set.
Baca Juga: Terekam CCTV, Mobil Warga di Ilir Barat I Palembang Digondol Pencuri Subuh Hari
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, menjelaskan bahwa penyitaan dilakukan berdasarkan prosedur hukum yang berlaku, termasuk mengantongi surat perintah penyitaan dari Kepala Kejati Sumsel serta izin resmi dari Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengamankan barang bukti yang diduga memiliki keterkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang kami tangani,” ujar Vanny.
Ia menambahkan, proses penyitaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Sebelumnya, pada Selasa, 28 April 2026, tim Pidsus Kejati Sumsel juga telah lebih dulu menyita sejumlah aset lain milik PT KMM di lokasi yang sama. Penyitaan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi kegiatan pendistribusian semen oleh perusahaan tersebut dalam kurun waktu 2018 hingga 2022.
Adapun aset yang telah diamankan meliputi delapan unit truk mixer, lima unit dump truk, serta satu unit alat berat jenis excavator.
“Seluruh aset yang disita telah dituangkan dalam berita acara penyitaan tertanggal 28 April 2026,” jelas Vanny.
Ia juga menyebutkan bahwa setelah pelaksanaan penyitaan, pihaknya telah mengajukan permohonan persetujuan kepada Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus pada 29 April 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









