Gara-gara Uang, IRT di Palembang Jadi Korban KDRT Suami hingga Masuk Rumah Sakit

AKURAT.CO SUMSEL - Kisah pilu dialami seoang ibu rumah tangga di Palembang yang bernama Shinta Fatimah (37).
Ia menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri hanya gara-gara uang.
Tak terima dengan perlakuan suaminya, Shinta yang merupakan warga Lorong Khotib Kecamatan SU I, Palembang pun melapor ke Polrestabes Palembang pada Jumat (5/12/2025) pagi.
Baca Juga: Begal Ojek Babak Belur Dihajar Massa di Palembang, Polisi Patroli Sigap Selamatkan Nyawa Pelaku
Shinta berharap, dengan laporannya ini sang suami yang berinisi MM bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kepada petugas piket pengaduan, Shinta mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tepatnya di Jalan KH Azhari Lorong Khotib Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I, Palembang saat ia berada di rumah.
Baca Juga: Sumsel Belum Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Tunggu Data Cuaca Ekstrem dari BMKG
"Kejadiannya memang sudah lama pak. Ini lantaran saya usai kejadian sempat dirawat di rumah sakit," ucapnya.
Kejadian ini bermula ketika koban meminta uang yang dipinjam terlapor atau suaminya untuk dikembalikan.
Namun, saat itu MM tersinggung dan langsung marah-marah.
Baca Juga: Modus Link IKD Palsu, Uang Tabungan Warga Sukarami Sebesar Rp11,9 Juta Lenyap Seketika
"Saya meminta uang pak yang dipinjamnya. Namun dia malah tersinggung dan marah marah," ungkapnya.
Maka, terjadilah cek cok mulut antara korban dan terlapor yang berujung pemukulan berulang ulang kali oleh terlapor terhadap korban.
"Cek-cek mulut pak. Lalu saya dipukuli berulang ulang kali. Kepala saya juga ditentukan ke lantai, Selian itu saya juga disiram dengan air," ujarnya.
Karena panik, korban pun langsung menjerit meminta tolong.
Beruntung, pada saat kejadian ada tetangga mendengar korban.
Korban pun langsung dilarikan ke RS Bari, Palembang begktu keluarga korban datang ke rumah.
Baca Juga: Pelanggaran Berulang, DPRD Sumsel Ultimatum PT PPA: Kalau Tak Patuh, Angkat Kaki dari Sumsel
"Saya sempat dirawat 4 hari pak akibat peristiwa ini. Nah ketika saya dirawat terlapor sempat datang mengambil kunci motor dan STNK kemudian pergi," ungkapnya.
Sementara itu, KA SPK Polrestabes Palembang Ipda Yudi Setiawan melalui Pamapta Ipda Tamia Rahmadhani membenarkan adanya laporan korban terkait KDRT.
"Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan," tutupnya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 7Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







