Mimpi Buka Usaha Kandas, Pasutri Muda di Palembang Kena Tipu Segitiga Saat Beli Motor Kaisar di Facebook

AKURAT.CO SUMSEL Niat hati ingin mandiri dengan membuka usaha sendiri, pasangan suami istri (pasutri) muda di Palembang, Reni Agustin (20) dan Rizal (21), justru harus menelan pil pahit.
Uang tabungan sebesar Rp8 juta yang sedianya akan digunakan untuk membeli modal usaha raib setelah keduanya terjebak modus penipuan jual-beli kendaraan di media sosial Facebook.
Aksi penipuan ini bermula saat Reni mengunggah status di sebuah grup Facebook bahwa dirinya tengah mencari sepeda motor roda tiga jenis Kaisar untuk keperluan usaha. Gayung bersambut, keesokan harinya seorang pria misterius menghubungi mereka dan mengaku memiliki unit yang dicari, yakni Kaisar tahun 2023.
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengirimkan foto unit kendaraan lengkap dengan foto BPKB dan STNK melalui pesan singkat WhatsApp.
Terbuai dengan kelengkapan surat-surat tersebut, Reni dan suaminya pun sepakat untuk bertemu dan mengecek fisik kendaraan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Kalidoni, pada Rabu (24/12/2025) sore.
Baca Juga: Hilang Sejak Sepekan, CCTV Rekam Suci Dijemput Mobil Asing
Di lokasi kejadian, korban melakukan negosiasi harga. Dari penawaran awal sebesar Rp17 juta, pelaku dengan sangat meyakinkan menurunkan harga hingga disepakati di angka Rp8 juta.
"Kami cek motornya memang ada, tapi banyak kekurangan, makanya harganya turun jadi Rp8 juta. Setelah sepakat, pelaku meminta uangnya segera ditransfer ke nomor rekening yang dia berikan," ungkap Reni, Senin (29/12/2025).
Namun, drama dimulai sesaat setelah bukti transfer dikirimkan. Pelaku berdalih ingin menghubungi adiknya terlebih dahulu dan meminta korban menunggu sejenak. Namun, setelah ditunggu beberapa lama, pelaku tak kunjung muncul dan nomor WhatsApp korban pun langsung diblokir.
Kekecewaan Reni kian memuncak saat ia hendak membawa pulang motor tersebut. Pemilik kendaraan yang berada di lokasi menolak memberikan kunci dan surat-surat karena merasa belum menerima uang pembayaran.
"Kami tunjukkan bukti transfer, tapi mereka (pemilik motor) bilang itu bukan nomor rekening mereka. Rupanya kami berkomunikasi dengan orang yang salah," tambah.
Diduga kuat, pelaku berperan sebagai perantara palsu (makelar bodong) yang mempertemukan pembeli dengan penjual asli tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.
Kepala SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait tindak pidana penipuan tersebut.
"Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim Satreskrim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








