Herman Deru Sebut Truk Luar Daerah Ikut Dorong Tingginya Konsumsi Biosolar di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta PT Pertamina Patra Niaga mengubah pola distribusi biosolar subsidi dengan memprioritaskan pasokan ke SPBU yang berada di jalur logistik dan lintas provinsi.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mengurangi antrean panjang kendaraan yang masih terjadi di sejumlah SPBU sekaligus menyesuaikan tingginya kebutuhan bahan bakar dari kendaraan angkutan luar daerah yang melintasi Sumsel.
Menurut Herman Deru, posisi Sumatera Selatan sebagai daerah penghubung antarwilayah di Pulau Sumatera membuat konsumsi biosolar tidak hanya berasal dari kendaraan lokal, tetapi juga dari truk logistik asal berbagai provinsi yang melintas dan mengisi bahan bakar di wilayah Sumsel.
"Pasokan biosolar harus dijaga dan jangan hanya terpusat di Kota Palembang. Kendaraan dari luar Sumsel juga mengisi di sini sehingga kebutuhan riil harus dihitung secara menyeluruh," ujar Herman Deru, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, distribusi yang lebih merata di SPBU sepanjang jalur logistik diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di beberapa titik yang selama ini menjadi pusat antrean.
Dengan pola distribusi tersebut, pengemudi angkutan barang tidak perlu lagi berpindah-pindah atau berebut mengantre di SPBU tertentu yang dianggap memiliki stok lebih banyak.
Selain penyesuaian distribusi, Herman Deru juga meminta Pertamina meningkatkan pasokan biosolar subsidi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor transportasi yang terus meningkat.
Tak hanya soal stok, ia juga menyoroti kualitas pelayanan di SPBU yang dinilai perlu ditingkatkan agar proses penyaluran BBM berjalan lebih cepat dan efisien.
Menurutnya, keberadaan 164 SPBU yang tersebar di berbagai daerah di Sumsel harus dimaksimalkan untuk melayani masyarakat maupun kendaraan logistik yang melintas.
"Pasokan harus ditambah, tetapi pelayanan juga harus ditingkatkan. Jangan sampai stok tersedia, namun pelayanan justru memperlambat distribusi kepada masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel menegaskan antrean panjang biosolar yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan lebih dipicu oleh fenomena panic buying atau kekhawatiran pengendara akan kehabisan bahan bakar.
Akibatnya, banyak pengemudi memilih tetap mengantre di satu SPBU meskipun stok di lokasi lain masih tersedia.
Pemerintah Provinsi Sumsel berharap penyesuaian strategi distribusi tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurai antrean panjang sekaligus menjaga kelancaran aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah Sumatera Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








