Hotspot di Sumsel Melonjak Jadi 81 Titik, BPBD Minta Daerah Siaga Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan melonjak drastis hingga mencapai 81 titik dalam sehari pada Kamis (28/5/2026).
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2026 dan memicu kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan peningkatan hotspot harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah, terutama wilayah yang selama ini rawan terjadi karhutla.
“Jumlah hotspot harian kemarin mencapai 81 titik dan ini merupakan angka tertinggi sepanjang 2026,” ujar Sudirman, Jumat (29/5/2026).
Data hotspot tersebut berasal dari sistem pemantauan Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan pemantauan Hotspot BRIN.
Menurut Sudirman, kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah Sumsel.
“Puluhan hotspot tersebar di beberapa daerah rawan karhutla. Kondisi cuaca panas dan curah hujan yang rendah ikut memicu peningkatan titik panas,” katanya.
Baca Juga: Gara-gara Saling Tatap Mata, Pria di Palembang Dikeroyok Rombongan Pemotor hingga Babak Belur
Berdasarkan data BPBD Sumsel, Kabupaten Lahat menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 19 titik. Disusul Muara Enim 16 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 12 titik, dan Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 11 titik.
Sementara titik panas lainnya tersebar di delapan kabupaten dan kota lain di Sumsel.
“Hanya ada lima daerah yang tidak terpantau hotspot kemarin, yakni Banyuasin, Pagar Alam, Lubuk Linggau, OKI, dan OKU Timur,” ungkapnya.
Sepanjang Mei 2026 hingga tanggal 28, jumlah hotspot yang terpantau di Sumsel mencapai 397 titik. Angka itu menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Dari total tersebut, Kabupaten Lahat mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 121 titik, sedangkan Muara Enim mencapai 100 titik.
BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran besar, terutama saat musim kemarau mulai terjadi.
Warga yang berada di sekitar kawasan hutan dan perkebunan juga diminta segera melapor apabila menemukan asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Peningkatan hotspot pada akhir Mei ini menjadi perhatian serius karena Sumsel merupakan salah satu daerah yang kerap mengalami karhutla dan kabut asap saat musim kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








