Sumsel
HL Sumsel

Ratusan Ribu Petani Sumsel Belum Nikmati Pupuk Subsidi, Pemprov Akui Penyaluran Belum Merata

Kurnia | 25 Mei 2026, 22:00 WIB
Ratusan Ribu Petani Sumsel Belum Nikmati Pupuk Subsidi, Pemprov Akui Penyaluran Belum Merata
petani

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkap masih banyak petani di daerah tersebut yang belum mendapatkan alokasi pupuk subsidi pada 2026.

Dari hampir satu juta petani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), baru sekitar 320 ribu petani yang menerima pupuk subsidi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan besar di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional.

“Di Sumsel ada hampir satu juta petani, tetapi yang menerima alokasi pupuk subsidi baru sekitar 320 ribu petani. Artinya masih banyak petani yang belum terakomodasi,” ujar Bambang, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Tergiur Kerja Gaji Besar, Puluhan Warga Sumsel Jadi Korban PMI Ilegal di Malaysia dan Kamboja

Menurutnya, belum meratanya penyaluran pupuk subsidi dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya karena sebagian petani memiliki lahan lebih dari dua hektare sehingga tidak memenuhi syarat penerima subsidi.

Selain itu, ada pula petani yang menanam komoditas di luar kategori penerima pupuk subsidi atau belum melengkapi administrasi yang dibutuhkan.

“Bisa karena lahannya lebih dari dua hektare, administrasinya belum terpisah, atau komoditas yang ditanam tidak masuk kategori penerima subsidi,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Sumsel bersama Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia dan PT Pusri terus melakukan pengawasan serta sosialisasi terkait distribusi pupuk subsidi.

Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat distributor hingga kios pupuk untuk memastikan stok tersedia dan penyaluran berjalan sesuai kebutuhan petani.

Namun, Bambang mengakui distribusi pupuk subsidi masih menghadapi kendala di lapangan, terutama terkait penyerapan antarwilayah yang tidak merata.

Salah satu contohnya terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ketika penyerapan pupuk di Kecamatan Pampangan masih rendah karena petani belum memasuki masa tanam, pemerintah melakukan realokasi pupuk ke wilayah lain yang membutuhkan seperti Kecamatan Lempuing.

“Kalau ada daerah yang penyerapannya masih rendah, maka kita lakukan realokasi ke daerah yang kebutuhannya lebih tinggi,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel hingga 18 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi jenis urea di Sumsel baru mencapai 52.141 ton atau sekitar 38,23 persen dari total alokasi 136.404 ton.

Sementara untuk pupuk NPK, realisasinya mencapai 75.829 ton atau sekitar 43,61 persen dari total alokasi 173.889 ton.

Kabupaten OKU Timur tercatat menjadi daerah dengan penyaluran pupuk urea tertinggi yakni mencapai 15.698 ton, disusul Banyuasin sebesar 9.457 ton dan OKI sebanyak 6.061 ton.

Pemprov Sumsel berharap distribusi pupuk subsidi ke depan bisa lebih merata agar seluruh petani dapat memperoleh akses pupuk guna mendukung produktivitas pertanian di daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia