Harga Cabai hingga Bawang di Sumsel Naik, Pemprov Ungkap Penyebab Utamanya Bukan karena Stok Langka

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Sumatera Selatan mulai dikeluhkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Harga cabai, bawang hingga gula pasir terpantau merangkak naik di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar 16 Ilir Palembang.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan lonjakan harga pangan saat ini bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan dipicu tingginya biaya distribusi dan pengaruh cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan persediaan pangan di wilayah Sumsel sejauh ini masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau saya melihatnya bukan karena stok menipis. Barang masih tersedia dan ketersediaannya cukup,” ujar Ruzuan, Jumst (22/5/2026).
Menurutnya, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang menjadi yang paling terdampak kenaikan biaya distribusi. Pasalnya, bahan pangan tersebut mudah rusak sehingga membutuhkan pengiriman cepat agar kualitas tetap terjaga.
Baca Juga: Harga Perak Antam Hari Ini 22 Mei 2026 Naik Tajam, Tembus Lagi Level Rp50.200 per Gram
Ruzuan menjelaskan, banyak distributor kini menggunakan bahan bakar non-subsidi demi mempercepat proses pengiriman barang ke pasar-pasar tradisional.
Kondisi tersebut membuat biaya operasional distribusi meningkat dan berimbas langsung terhadap harga jual di tingkat konsumen.
“Tidak semua menggunakan BBM subsidi karena mereka ingin pengiriman lebih cepat. Itu yang memengaruhi biaya distribusi,” katanya.
Selain persoalan distribusi, cuaca yang tidak menentu juga mulai memengaruhi produksi pangan di sejumlah daerah sentra pertanian di Sumsel.
Curah hujan tinggi disebut dapat menghambat proses panen hingga memperlambat pengiriman bahan pangan ke pasar.
“Kadang hujan tinggi, kadang berubah cepat. Kita juga harus mulai mengantisipasi dampak El Nino dan La Nina,” jelasnya.
Harga bawang merah saat ini mencapai Rp48 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp45 ribu per kilogram, sementara cabai rawit atau cabai burung menyentuh Rp90 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit menjadi yang paling dikeluhkan masyarakat karena hampir dua kali lipat dibanding harga normal.
Meski begitu, pemerintah menilai lonjakan harga tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.
“Selisih harga antarwilayah juga masih berada di kisaran 5 sampai 10 persen,” ujar Ruzuan.
Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat, Pemprov Sumsel terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kabupaten dan kota.
Melalui program tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Dalam pelaksanaan GPM, harga telur dijual sekitar Rp24 ribu per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang mencapai Rp26 ribu per kilogram. Sementara gula pasir dijual Rp16.500 per kilogram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








