Sumsel
HL Sumsel

Dari 980 Ribu Petani, Baru 321 Ribu di Sumsel Terima Pupuk Subsidi

Kurnia | 16 Mei 2026, 14:00 WIB
Dari 980 Ribu Petani, Baru 321 Ribu di Sumsel Terima Pupuk Subsidi
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatera Selatan (Sumsel) menyoroti ketimpangan alokasi pupuk subsidi yang dinilai belum sebanding dengan luas lahan pertanian di daerah tersebut.

Dari total sekitar 980 ribu petani di Sumsel, hanya sekitar 321 ribu petani yang tercatat menerima pupuk subsidi.

Kepala DPTPH Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan kondisi itu menjadi perhatian serius karena Sumsel memiliki lahan pertanian yang luas dan kontribusi produksi padi yang tinggi secara nasional.

“Penerima pupuk subsidi di Sumsel baru sekitar 30 persen dari total petani yang ada, padahal luas lahan pertanian kita cukup besar,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Bambang, kondisi tersebut berbeda dibandingkan dengan wilayah lain seperti Lampung.

Baca Juga: Kasus Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Naik Penyidikan, Polisi Segera Gelar Perkara

Ia menyebut hampir seluruh petani di Lampung telah mendapatkan alokasi pupuk subsidi, meski luas lahan sawah di provinsi tersebut lebih kecil dibanding Sumsel.

Data DPTPH mencatat luas lahan sawah dan tanaman padi di Sumsel mencapai sekitar 515 ribu hektare. Sementara di Lampung, luasnya berada di kisaran 380 ribu hektare.

Selain luas lahan, rata-rata kepemilikan atau pengelolaan sawah oleh petani di Sumsel juga dinilai lebih besar. Jika di Pulau Jawa rata-rata petani mengelola sekitar 0,5 hektare lahan, petani di Sumsel disebut dapat mengelola hingga beberapa hektare dalam satu kepala keluarga.

“Di Sumsel banyak petani yang mengelola lahan lebih dari 2 hektare, bahkan untuk lahan pasang surut bisa mencapai 4 hektare dalam satu KK,” katanya.

Ia menilai kebijakan penyaluran pupuk subsidi yang mengacu pada jumlah kepala keluarga belum sepenuhnya sesuai diterapkan di Sumsel. Sebab, kebutuhan pupuk dinilai lebih dipengaruhi oleh luas lahan yang digarap petani.

Selain itu, DPTPH juga menyoroti persoalan basis data penerima pupuk subsidi yang hingga kini masih perlu pembenahan. Menurut Bambang, data penerima yang belum sinkron membuat distribusi pupuk subsidi belum mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

Di sisi lain, Sumsel tercatat memiliki produksi padi yang lebih tinggi dibanding Lampung. Pada 2025 lalu, produksi padi Sumsel mencapai sekitar 3,6 juta ton, sedangkan Lampung berada di kisaran 3 juta ton.

“Produksi kita lebih tinggi, luas lahan juga lebih besar, tetapi alokasi pupuk subsidi masih lebih kecil. Ini yang terus kami perjuangkan,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia