Harga Pangan di Sumsel Masih Berfluktuasi Pascalebaran, Bawang dan Cabai Cenderung Naik

AKURAT.CO SUMSEL Harga sejumlah komoditas pangan di Provinsi Sumatera Selatan masih menunjukkan fluktuasi usai perayaan Idulfitri 2026.
Beberapa bahan pokok terpantau mengalami kenaikan, meski sebagian lainnya mulai turun secara bertahap.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (HPSN) per 8 April 2026, harga bawang masih berada di level tinggi.
Bawang merah tercatat mencapai Rp41.400 per kilogram, naik sekitar Rp1.650 per kg. Sementara bawang putih juga mengalami kenaikan menjadi Rp41.750 per kg atau naik Rp3.100.
Kenaikan turut terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit hijau berada di angka Rp46.900 per kg, sedangkan cabai rawit merah naik menjadi Rp55.000 per kg.
Di sisi lain, dua jenis cabai lainnya justru mengalami penurunan, yakni cabai merah besar di harga Rp37.500 per kg dan cabai merah keriting Rp40.750 per kg.
Selain cabai, harga protein hewani juga mulai menunjukkan penurunan. Daging ayam ras turun Rp750 menjadi Rp37.000 per kg, sedangkan telur ayam ras turun ke level Rp29.450 per kg.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pasar Lemabang, harga sejumlah kebutuhan pokok bervariasi. Beras medium dijual sekitar Rp13.500 per kg dan beras premium Rp15.000 per kg. Minyak goreng, baik curah maupun kemasan, berada di kisaran Rp19.000 per liter.
Untuk komoditas lainnya, harga daging ayam ras di pasar tercatat Rp36.000 per kg, sedangkan telur ayam sekitar Rp28.000 per kg. Bawang merah dijual Rp45.000 per kg dan bawang putih Rp40.000 per kg.
Harga cabai di pasar tersebut juga bervariasi, dengan cabai merah besar Rp30.000 per kg, cabai merah keriting Rp35.000 per kg, cabai rawit Rp60.000 per kg, dan cabai burung mencapai Rp70.000 per kg.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, mengatakan bahwa kondisi harga yang belum stabil merupakan hal yang umum terjadi setelah Lebaran.
Menurutnya, harga pangan membutuhkan waktu untuk kembali seimbang seiring normalisasi permintaan masyarakat.
“Kondisi harga belum stabil dan tren penurunan berlangsung secara bertahap menuju stabil,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








