Banyuasin Jadi Motor Pangan Sumsel, Produksi Padi Lampaui Karawang

AKURAT.CO SUMSEL Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), kian mengokohkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional setelah mencatatkan produksi padi mencapai 1,1 juta ton gabah kering giling (GKG).
Angka ini bukan hanya menjadikan Banyuasin sebagai penyumbang utama beras di Sumsel, tetapi juga melampaui Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra beras terbesar dengan capaian 911.565 ton GKG.
Bupati Banyuasin, Askolani, menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif petani, pemerintah daerah, serta dukungan pemerintah pusat.
Ia menyebut kunci keberhasilan ada pada langkah intensifikasi, khususnya optimalisasi lahan rawa.
“Pada 2024 kami memanfaatkan 11.700 hektare lahan rawa, dan tahun ini meningkat menjadi 23.538 hektare. Hasilnya, Banyuasin kini berada di posisi kedua lumbung pangan nasional,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Baca Juga: Nyamar Jadi Mahasiswa, Pencuri Motor di Unsri Palembang Nekat Kabur Lewat Rawa-Rawa
Selain membuka lahan baru, Pemkab Banyuasin juga memperkuat produksi dengan menyalurkan benih unggul, dolomit, hingga pestisida kepada petani. Ke depan, strategi percepatan tanam menjadi prioritas agar produksi tetap stabil.
“Setiap sore tim kami bersama Kementerian Pertanian mengevaluasi laporan luas tambah tanam (LTT). Monitoring ini penting agar setiap bantuan pemerintah bisa dipastikan berdampak langsung pada percepatan panen,” jelas Askolani.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin, Sarip, mengungkapkan kontribusi Banyuasin tidak hanya terlihat dari volume panen, tetapi juga dalam serapan gabah oleh Bulog.
Hingga awal September 2025, serapan gabah dari Banyuasin mencapai 109.339 ton GKG, setara 78.047 ton beras. Jumlah itu menyumbang hampir 50 persen dari target serapan Bulog untuk seluruh Sumsel.
“Dari total penugasan 166.000 ton beras di Sumsel, setengahnya berasal dari Banyuasin. Ini membuktikan posisi Banyuasin sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








