Sumsel

Puasa Asyura 2026 Jatuh Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaan Amalan Muharram

Kurnia | 23 Juni 2026, 09:03 WIB
Puasa Asyura 2026 Jatuh Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaan Amalan Muharram
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Bulan Muharram menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Islam karena terdapat amalan sunnah yang dianjurkan, yakni puasa Tasua dan Asyura.

Pada tahun 2026, pelaksanaan puasa tersebut berlangsung pada bulan Juni dengan adanya perbedaan penetapan awal Muharram di sejumlah kalangan.

Puasa Tasua dilaksanakan setiap 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram.

Kedua ibadah ini memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.

Perbedaan jadwal puasa Tasua dan Asyura 2026 terjadi karena adanya perbedaan penetapan 1 Muharram 1448 Hijriah.

Baca Juga: Kemenangan Mesir di Piala Dunia 2026, Sejarah Baru Akhiri Penantian Panjang 92 Tahun

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) bersama Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan hasil rukyat yang dilakukan.

Dengan perbedaan tersebut, jadwal puasa Tasua dan Asyura menjadi:

Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

  • Puasa Tasua: Rabu, 24 Juni 2026

  • Puasa Asyura: Kamis, 25 Juni 2026

Versi NU

  • Puasa Tasua: Kamis, 25 Juni 2026

  • Puasa Asyura: Jumat, 26 Juni 2026

Dalil Anjuran Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Asyura memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengetahui kaum Yahudi di Madinah berpuasa pada 10 Muharram karena memperingati keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS. Sejak saat itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk menjalankan puasa pada hari Asyura.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam menambah puasa sehari sebelum Asyura, yakni pada 9 Muharram atau dikenal sebagai puasa Tasua.

Hal tersebut menjadi bentuk pembeda dengan tradisi umat sebelumnya sekaligus mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

1. Puasa yang Utama Setelah Ramadhan

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan salah satu puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

Muharram disebut sebagai bulan Allah yang memiliki banyak kemuliaan, sehingga memperbanyak ibadah di bulan ini dianjurkan.

2. Menghapus Dosa Setahun Sebelumnya

Salah satu keistimewaan puasa Asyura adalah menjadi sebab mendapatkan ampunan Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menjadi penghapus dosa satu tahun sebelumnya.

Para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sementara dosa besar membutuhkan taubat secara khusus.

3. Nabi Muhammad SAW Sangat Memperhatikan Puasa Asyura

Ibnu Abbas RA pernah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan pelaksanaan puasa Asyura dibandingkan puasa sunnah lainnya, selain puasa Ramadhan.

Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan hari Asyura dalam kalender Islam.

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa Tasua, berikut niatnya:

Niat Puasa Tasua (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Taasuu'aa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya:
"Saya berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta'ala."

Sedangkan niat puasa Asyura:

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya:
"Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."

Dengan mengetahui jadwal, dalil, dan keutamaannya, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan amalan sunnah di bulan Muharram 1448 Hijriah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia