Sumsel Catat Surplus Beras 1,3 Juta Ton, Stok Lokal Dipastikan Aman

AKURAT.CO SUMSEL Produksi padi yang terus meningkat membuat Sumatera Selatan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat di dalam daerah, tetapi juga menjadi salah satu pemasok beras untuk sejumlah provinsi di Pulau Sumatra, Jawa hingga Kalimantan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, produksi padi pada 2025 mencapai sekitar 3,69 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,35 juta ton GKG.
Dengan kebutuhan konsumsi beras masyarakat Sumsel sekitar 840 ribu ton per tahun, daerah ini mencatat surplus produksi sekitar 1,3 juta ton beras.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono mengatakan surplus tersebut tetap terserap pasar melalui perusahaan penggilingan padi yang beroperasi di berbagai daerah di Sumsel.
Menurutnya, Sumsel saat ini memiliki sejumlah penggilingan padi berskala besar yang menghasilkan berbagai jenis dan merek beras untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
"Sumsel memiliki industri penggilingan padi yang besar sehingga hasil panen petani dapat diolah dan dipasarkan secara luas," ujar Bambang, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar beras hasil produksi Sumsel dipasarkan ke luar daerah sesuai kebutuhan pasar, terutama ke sejumlah provinsi di Pulau Sumatra dan Jawa.
Provinsi Jambi, Riau, Sumatra Barat hingga Jawa Barat menjadi daerah dengan tingkat penyerapan beras Sumsel yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, sebagian produk beras asal Sumsel juga telah dipasarkan hingga ke wilayah Kalimantan.
Meski menjadi daerah pemasok bagi sejumlah provinsi lain, Bambang memastikan ketersediaan beras untuk masyarakat Sumsel tetap aman dan harga masih dalam kondisi terkendali.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan produksi padi dapat menembus angka lebih dari 4 juta ton GKG atau meningkat dibandingkan capaian dua tahun terakhir.
Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi produksi padi di Sumsel telah mencapai sekitar 2,4 juta ton GKG atau setara dengan sekitar 1,4 juta ton beras.
Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan diharapkan mampu memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








