Jelang Nataru 2026, Bulog Sumsel-Babel 'Pede' Stok Beras Banjir, Siapkan 92 Ribu Ton Lebih

AKURAT.CO SUMSEL Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel–Babel) memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Bulog mengklaim memiliki stok beras yang melimpah, jauh melampaui kebutuhan regional.
Saat ini, Bulog telah menyiapkan total 92.600 ton beras yang siap didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua provinsi tersebut dan mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode Nataru.
menyampaikan optimisme tersebut pada Kamis (27/11/2025).
“Kami memastikan stok beras cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Natal dan Tahun Baru. Total stok saat ini sebanyak 92.600 ton yang tersebar di gudang-gudang Bulog di Sumsel dan Babel,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel–Babel, Mersi Windrayani, Jumat (28/11/2025)
Ketersediaan stok yang solid ini didukung oleh keberhasilan Bulog dalam menyerap gabah petani lokal. Bulog mencatat capaian penyerapan gabah petani mencapai 206.000 ton, angka ini melampaui target tahunan hingga 103 persen.
Meskipun target sudah terlampaui, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk menambah stok, melainkan sebagai upaya vital untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
"Kami tetap melanjutkan penyerapan untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram," jelas Mersi.
Selain memastikan kuantitas, Bulog juga menyiapkan sistem distribusi yang lebih cepat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan distributor untuk menjamin kelancaran pasokan di pasaran.
Dalam waktu dekat, Bulog tengah fokus menyelesaikan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi periode Oktober–November, dengan target penyaluran 11.066 ton beras dan 2.213 liter minyak goreng.
Hingga akhir tahun 2025, Bulog Sumsel–Babel menargetkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 53.000 ton, setelah sepanjang tahun ini telah menyalurkan 27.500 ton. Angka ini menunjukkan upaya masif Bulog dalam intervensi pasar untuk menahan kenaikan harga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









