APBN Sumsel Catat Pendapatan Rp3,19 Triliun, Belanja Tembus Rp9,51 Triliun

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sumatera Selatan pada triwulan I 2026 dinilai masih mampu menopang stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan ekonomi global dan ancaman inflasi.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp3,19 triliun atau sekitar 15,10 persen dari target APBN tahun ini.
Kepala DJPb Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengatakan penerimaan perpajakan masih menjadi penopang utama fiskal daerah. Kontribusi terbesar berasal dari sektor unggulan Sumsel seperti perkebunan kelapa sawit dan karet.
“Penerimaan pajak mencapai Rp2,42 triliun atau 14,28 persen dari target. Kenaikan terutama berasal dari setoran PPN dan PPh 21,” ujar Rahmadi dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Penembakan di THM Palembang Berujung Penutupan Sementara Panhead
Menurut dia, aktivitas ekonomi di sektor perkebunan masih memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan negara di Sumsel.
Namun, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai mengalami penurunan cukup tajam. Hingga akhir Maret 2026, realisasi penerimaan tercatat sebesar Rp61,49 miliar atau baru 3,53 persen dari target tahunan.
Nilai tersebut mengalami kontraksi hingga 67,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan dipengaruhi melemahnya harga ekspor serta berkurangnya volume pengiriman komoditas unggulan Sumsel ke pasar internasional.
Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp713,77 miliar atau 28,88 persen dari target. Penerimaan terbesar berasal dari layanan Badan Layanan Umum (BLU), khususnya sektor kesehatan dan pendidikan.
Di sisi belanja negara, realisasi APBN di Sumsel hingga triwulan I 2026 mencapai Rp9,51 triliun atau sekitar 24,92 persen dari total pagu anggaran.
Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp2,91 triliun, sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp6,59 triliun.
Rahmadi menyebut belanja pemerintah pusat tumbuh positif didorong peningkatan belanja pegawai dan belanja modal.
Meski transfer ke daerah mengalami kontraksi akibat penurunan alokasi nasional, dana tersebut masih menjadi penopang utama layanan publik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.
Baca Juga: Aparatur Negara Tewas Ditembak Rekan Sendiri di THM Palembang, Pelaku Diperiksa Intensif
Sementara itu, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel juga masih berada dalam jalur target.
Hingga triwulan I 2026, pendapatan daerah terealisasi Rp5,41 triliun atau 14,48 persen dari target, sedangkan belanja daerah mencapai Rp4,74 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








