Sumsel

5 Daerah Jadi Motor Investasi Sumsel, Sumbang Rp48,26 Triliun Sepanjang 2025

Kurnia | 26 Maret 2026, 22:00 WIB
5 Daerah Jadi Motor Investasi Sumsel, Sumbang Rp48,26 Triliun Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Lima daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tulang punggung realisasi investasi sepanjang tahun 2025.

Kelimanya menyumbang nilai fantastis mencapai Rp48,26 triliun dari total investasi Sumsel sebesar Rp62,67 triliun.

Daerah dengan kontribusi terbesar berasal dari Ogan Komering Ilir (OKI) sebesar Rp12,34 triliun, disusul Kota Palembang Rp11,45 triliun, Musi Banyuasin Rp10,06 triliun, Muara Enim Rp8,8 triliun, serta Lahat Rp5,61 triliun.

Realisasi investasi tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Untuk PMDN, Kota Palembang mencatatkan angka tertinggi dengan nilai Rp10,36 triliun. Posisi berikutnya ditempati Musi Banyuasin Rp9,7 triliun, Muara Enim Rp6,85 triliun, Lahat Rp5,56 triliun, dan Ogan Ilir Rp4,1 triliun.

Sementara itu, investasi asing atau PMA paling besar mengalir ke Ogan Komering Ilir yang mencapai Rp9,27 triliun. Disusul Muara Enim Rp2 triliun, Palembang Rp1,09 triliun, Banyuasin Rp797 miliar, dan Musi Rawas Rp631 miliar.

Baca Juga: Kasus DBD di Sumsel Tembus 687, Empat Orang Meninggal, Palembang Tertinggi

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Lusapta Yudha Kurnia, mengungkapkan bahwa investasi asing di Sumsel didominasi oleh sejumlah negara.

“Investasi PMA terbesar berasal dari Singapura sebesar Rp10,27 triliun, kemudian Tiongkok Rp1,88 triliun, Jepang Rp1,18 triliun, Malaysia Rp700 miliar, dan Inggris Rp509 miliar,” ujarnya.

Dari sisi sektor, pertambangan masih menjadi primadona dengan nilai investasi mencapai Rp12,5 triliun. Disusul industri kimia dan farmasi Rp8,1 triliun, serta industri kertas dan percetakan Rp7,52 triliun.

Selain itu, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan turut berkontribusi Rp6,41 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp5,79 triliun.

Meski mencatat angka besar, total realisasi investasi Sumsel pada 2025 mengalami penurunan 11,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp70,91 triliun. Capaian ini juga masih di bawah target nasional sebesar Rp78,85 triliun, atau baru terpenuhi sekitar 79,48 persen.

Namun demikian, Lusapta menegaskan realisasi tersebut tetap melampaui target daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025 sebesar Rp42,5 triliun.

“Artinya, meskipun ada penurunan, capaian investasi kita masih melampaui target pembangunan daerah,” jelasnya.

Dengan kontribusi lima daerah utama tersebut, Sumsel diharapkan mampu terus menarik minat investor dan menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia