Sumsel

Deretan Fenomena Langit Agustus 2026, Parade Planet, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari Total

Septiyanti Dwi Cahyani | 4 Agustus 2026, 08:00 WIB
Deretan Fenomena Langit Agustus 2026, Parade Planet, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari Total
Ilustrasi hujan meteor.

AKURAT. CO SUMSEL - Beragam fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit malam Agustus 2026.

Mulai dari Parade Planet, Hujan Meteor, hingga Gerhana Matahari Total yang paling dinantikan tahun ini.

Berikut deretan fenomena langit yang dapat dinikmati sepanjang Agustus 2026:

Baca Juga: BPBD Sumsel Catat 1.721 Titik Panas Selama Juli 2026, Tertinggi Tahun Ini

1. Parade Planet Menjelang Fajar

Sepanjang Agustus, pengamat langit dapat menyaksikan sejumlah planet menghiasi langit sebelum Matahari terbit.

Mars, Uranus, Saturnus, dan Neptunus akan terlihat selama beberapa jam sebelum fajar.

Sekitar satu jam sebelum Matahari terbit, Merkurius dan Jupiter juga akan bergabung dalam pemandangan tersebut di dekat cakrawala timur.

Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Buka Nomor Pengaduan Pribadi, Warga Diminta Lapor Jika Diminta Bayar Layanan Polisi

Pada 4 Agustus, Bulan dan Saturnus akan tampak berdekatan setelah senja.

Kemudian, pada 8-11 Agustus, Jupiter, Merkurius, Mars, dan Bulan akan terlihat membentuk susunan diagonal di langit timur menjelang Matahari terbit.

Susunan ini merupakan gambaran visual dari ekliptika, yakni bidang tempat planet-planet mengorbit Matahari.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Gadis 14 Tahun di Palembang Lapor Polisi, Ayah Minta Pelaku Diproses Hukum

2. Bulan Menghiasi Gugus Bintang Pleiades - 7 Agustus

Pada 7 Agustus setelah tengah malam, sejumlah pengamat di Amerika Serikat dapat menyaksikan Bulan sabit tua melintas di depan gugus bintang Pleiades.

Fenomena ini dikenal sebagai okultasi Bulan terhadap Pleiades.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar satu jam, ketika Bulan dan gugus bintang itu mulai terbit.

Pemandangan paling dramatis diperkirakan dapat disaksikan dari wilayah Amerika Serikat bagian timur.

Baca Juga: Bocoran Fitur, Spesifikasi, dan Harga iPhone Air 2, Disebut Rilis Awal 2027 Bereng iPhone 18

3. Gerhana Matahari total - 12 Agustus

Fenomena paling spektakuler pada Agustus 2026 adalah gerhana Matahari total pada 12 Agustus.

Gerhana terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh permukaan Matahari jika dilihat dari wilayah tertentu di Bumi.

Jalur totalitas gerhana kali ini membentang sempit dari Greenland hingga Spanyol.

Baca Juga: Akhir Perjalanan Sang Penakluk 14 Puncak Dunia, Nirmal Purja Tewas Saat Ekspedisi di Broad Peak

Wilayah yang berkesempatan menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya meliputi Greenland bagian timur, Islandia bagian barat, dan Spanyol bagian utara.

Di wilayah tersebut, suasana akan berubah menjadi seperti senja pada sore hari.

Fase totalitas diperkirakan berlangsung sekitar satu hingga dua menit.

Sebagian besar wilayah Eropa, Afrika barat laut, dan Kanada bagian timur juga dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian dengan tingkat penutupan yang berbeda-beda.

Sementara itu, sebagian wilayah paling timur Amerika Serikat juga berkesempatan melihat gerhana sebagian pada sore hari.

Pengamat yang ingin menyaksikan gerhana Matahari wajib menggunakan kacamata khusus gerhana yang aman untuk melindungi mata.

Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 3 Agustus 2026, Termahal Rp14 Juta per Suku

4. Hujan Meteor Perseid Mencapai Puncak - 12-13 Agustus

Hujan meteor Perseid menjadi salah satu fenomena langit yang paling dinantikan setiap tahun.

Pada 2026, puncaknya diperkirakan terjadi pada malam 12 hingga 13 Agustus.

Perseid dikenal memiliki meteor yang bergerak sangat cepat dan meninggalkan jejak cahaya di langit.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar.

Baca Juga: DPR Kebut RUU Perampasan Aset Saat Reses, Libatkan Pengacara Senior untuk Perkuat Aturan

5. Gerhana Bulan Nyaris Total - 27-28 Agustus

Menjelang akhir Agustus, pengamat langit akan kembali disuguhi fenomena gerhana, kali ini gerhana Bulan sebagian.

Pada peristiwa tersebut, sekitar 96 persen permukaan Bulan purnama akan tertutup bayangan Bumi.

Karena tidak seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi, fenomena ini tidak akan menghasilkan warna merah terang seperti pada gerhana Bulan total.

Meski begitu, Bulan masih dapat terlihat dengan rona jingga atau kemerahan yang samar.

Fenomena ini dapat diamati dari seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat, meski tingkat keterlihatannya berbeda-beda.

Baca Juga: Lulusan Muda Korea Selatan Ramai-ramai Cari Kerja ke Jepang, Peluang Karier Jadi Daya Tarik

6. Bulan Purnama "Sturgeon" - 28 Agustus

Bulan purnama Agustus dikenal dengan sebutan Sturgeon Moon.

Bulan purnama ini akan mencapai puncaknya sekitar tengah malam waktu Amerika Serikat bagian timur pada 28 Agustus.

Malam 27 menuju 28 Agustus menjadi waktu yang menarik untuk mengamati efek gerhana Bulan sebagian.

Nama Sturgeon Moon berasal dari banyaknya ikan sturgeon yang secara historis ditemukan di kawasan Great Lakes dan Danau Champlain di Amerika Utara.

Baca Juga: Xabi Alonso Bangkit dari Kegagalan di Real Madrid, Siap Buka Lembaran Baru Bersama Chelsea

7. Bulan Mendekati Saturnus - 30-31 Agustus

Agustus akan ditutup dengan pertemuan semu antara Bulan dan Saturnus pada malam 30 hingga 31 Agustus.

Keduanya akan tampak berdekatan dengan jarak sekitar lima derajat atau kira-kira selebar tiga jari jika diamati dengan tangan terentang.

Bulan dan Saturnus akan terbit bersama di langit timur sekitar dua jam setelah Matahari terbenam.

Keduanya kemudian bergerak melintasi jalur ekliptika sepanjang malam dan menghilang ketika Matahari terbit.

Planet lain dalam parade planet Agustus, termasuk Mars dan Jupiter, juga masih dapat terlihat di langit.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Terbaru di Palembang, Pertamax Turun Rp300 per Liter, Dexlite Tetap

8. Musim Aurora - Akhir Agustus

Akhir Agustus menandai dimulainya kembali musim pengamatan aurora borealis atau cahaya utara di kawasan lintang tinggi.

Seiring malam menjadi lebih panjang dan gelap di wilayah Arktik, pengamat di Alaska, Kanada bagian utara, Islandia, dan negara-negara Skandinavia berpeluang menyaksikan aurora.

Tetapi, kemunculan aurora bergantung pada kondisi aktivitas Matahari dan cuaca.

Pengamat disarankan menjauh dari polusi cahaya perkotaan serta memantau prakiraan cuaca antariksa sebelum melakukan pengamatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.