Sumsel

Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon yang Bisa Dilihat dari Indonesia

Septiyanti Dwi Cahyani | 30 Maret 2026, 06:00 WIB
Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon yang Bisa Dilihat dari Indonesia
Ilustrasi Pink Moon.

AKURAT. CO SUMSEL - Langit malam di bulan April kembali menghadirkan sejumlah fenomena alam yang sayang untuk dilewatkan.

Mulai dari Bulan Purnama Pink Moon, hujan meteor hingga konjungsi tiga planet.

Sejumlah fenomena langit itu bahkan dapat disaksikan di Indonesia jika cuacanya mendukung.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Masih Tunggu Pemerintah Pusat Terkait WFH Satu Hari Dalam Sepekan

Lantas, fenomena apa saja yang akan terjadi selama bulan April 2026? Simak ulasannya berikut ini;

1. Bulan Purnama Pink Moon (2 April 2026)

Bulan April akan dibuka dengan fenomena langit Bulan Purnama Pink Moon yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Baca Juga: Mengenang Kiprah Politik Juwono Sudarsono: Jadi Menteri Era Presiden Soeharto hingga SBY

Tepatnya pada 2 April 2026. Fase Purnama ini terjadi ketika Bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari sehingga seluruh permukaannya tampak terang dari Bumi.

Bulan akan tampak sangat terang dan besar saat terbit di ufuk timur bertepatan dengan waktu terbenamnya matahari.

Situs astronomi Time and Date mengumumkan Bulan Purnama Pink Moon akan terjadi dengan puncaknya pada tanggal 2 April 2026 pukul 09.11 WIB.

Baca Juga: BBM Stabil di Sumsel, Herman Deru Soroti Pentingnya Ketahanan Pangan

Walau puncaknya terjadi pada pagi hari, pengamatannya tetap terlihat pada malam hari.

2. Waktu Terbaik Melihat Merkurius (3 April)

Merkurius seringkali sulit terlihat karena letaknya yang terlalu dekat dengan matahari.

Baca Juga: Serba Serbi Rencana WFH Sehari dalam Sepekan, Purbaya Sebut Hemat Konsumsi BBM 20 Persen

Namun, pada 3 April 2026, planet ini akan mencapai jarak pandang terjauh dari silau matahari atau elongasi barat.

Anda dapat mencarinya di cakrawala timur sesaat sebelum fajar, ditemani oleh planet Mars yang muncul tak lama setelahnya.

3. Titik Terdekat Komet MAPS (4 April)

Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat Masih Dominasi Sumsel Sepekan ke Depan, Warga Diminta Waspada

Komet C/2026 A1 (MAPS) akan mencapai titik perihelion atau jarak terdekatnya dengan matahari.

Perjalanan berisiko ini sangat dinantikan karena berpotensi memicu pertunjukan cahaya yang menakjubkan jika komet tersebut berhasil selamat.

Pengamat di belahan bumi selatan diprediksi akan mendapatkan pandangan terbaik dari fenomena ini.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Sukarami Palembang, Diduga Akibat Korsleting Listrik

4. Konjungsi Tiga Planet (16-23 April)

Selama sepekan di pertengahan bulan, Merkurius, Mars, dan Saturnus akan tampil bersama dalam kelompok yang rapat di ufuk timur sebelum matahari terbit.

Formasi trio planet ini akan terus berubah setiap harinya, dengan pemandangan paling dramatis terjadi antara tanggal 18 hingga 20 April.

Baca Juga: Driver Ojol Ditemukan Meninggal di Pangkalan Ojek, Diduga Karena Sakit

5. Malam Puncak Pengamatan Bintang (17 April)

Bertepatan dengan fase Bulan Baru, malam tanggal 17 April menjadi waktu terbaik berburu objek langit dalam (deep-sky objects).

Tanpa adanya gangguan cahaya bulan, jutaan bintang dan jalur galaksi Bima Sakti akan terlihat sangat kontras dan jernih di lokasi yang gelap.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pengedar Sabu-sabu di Dua Lokasi Berbeda di Palembang

6. Pertemuan Bulan, Venus, dan Pleiades (18-19 April)

Setelah matahari terbenam, Anda dapat menyaksikan bulan sabit tipis yang berbaris bersama planet Venus dan gugus bintang Pleiades di langit barat.

Pemandangan indah ini dapat dinikmati selama beberapa jam setelah senja, ditemani planet Jupiter yang bersinar terang di posisi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Brutal di Malam Hari, Dua Mahasiswa di Palembang Diserang OTK Bersenjata, Motor Dibawa Kabur

6. Hujan Meteor Lyrid

Kemudian ada hujan meteor Lyrid, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 22 April 2026.

Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga menghasilkan kilatan cahaya di langit.

Baca Juga: Anak Usia Sekolah Dominasi Kasus DBD di Palembang, Total Capai 286 Kasus

Pada saat puncak, pengamat dapat melihat beberapa meteor per jam dari rasi bintang Lyra.

Waktu terbaik untuk mengamati Lyrid adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar di lokasi yang minim polusi cahaya.

7. Hujan Meteor Pi Puppid

Baca Juga: Ubah Foto Menjadi Seni Kartun dengan Efek AI Cerdas

Selanjutnya di akhir bulannya akan ada fenomena hujan meteor Pi Puppid, yang diperkirakan terjadi pada 24 April 2026.

Hujan meteor ini berasal dari komet 26P/Grigg-Skjellerup yang meninggalkan jejak partikel di orbitnya.

Hujan meteor Pi Puppid biasanya terlihat lebih jelas di belahan bumi selatan, meskipun dalam kondisi tertentu masih dapat diamati dari wilayah lain.

Baca Juga: Akses HP Tanpa Izin Berujung Pidana, Mahasiswi di Pagar Alam Jadi Tersangka

Aktivitas meteor akan terlihat lebih baik dari lokasi dengan langit gelap dan horizon terbuka.

8. Eksplorasi Galaksi Pusaran Air (Sepanjang April)

Sepanjang bulan ini, Galaksi Pusaran Air (M51) berada pada posisi yang tinggi di langit sekitar tengah malam.

Galaksi spiral yang ikonik ini relatif mudah ditemukan karena posisinya yang berdekatan dengan rasi bintang Biduk Besar (Big Dipper).

Melalui teleskop amatir, Anda bisa mulai mengidentifikasi struktur lengannya yang megah.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.