Sumsel
HL Sumsel

BGN Buka Peluang MBG Berbasis Kantin Sekolah, Siap Efisiensi Anggaran dan Tingkatkan Efektivitas Program

Septiyanti Dwi Cahyani | 5 Juni 2026, 11:12 WIB
BGN Buka Peluang MBG Berbasis Kantin Sekolah, Siap Efisiensi Anggaran dan Tingkatkan Efektivitas Program
Petinggi BGN dalam konferensi pers BGN Kamis, 4 Juni 2026. (Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Gizi Nasional (BGN) nampaknya siap berbenah dan melakukan sejumlah perombakan.

Dalam Konferensi Pers Badan Gizi Nasional yang digelar di Kantor Pusat BGN, Kamis (4/6/2026), Nanik  S Deyang sebagai Kepala BGN baru menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan program MBG.

BGN menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG melalui penguatan tata kelola, efisensi anggaran, penajaman sasaran penerima manfaat, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Baca Juga: Pengumuman SPMB Sumsel 2026 Besok, Ribuan Calon Siswa SMA Negeri Harap-Harap Cemas

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Nanik, fokus utama BGN saat ini adalah memastikan setiap anggaran dan sumber daya yang digunakan mampu menghasilkan dampak yang optimal bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi gizi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BGN melakukan penataan kembali berbagai aspek pelaksanaan program. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

Baca Juga: Gubernur Sumsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Palembang

  • Refocusing penerima manfaat agar intervensi gizi lebih terarah kepada kelompok prioritas

  • Moratorium sementara pembangunan dapur baru

  • Optimalisasi dapur yang telah beroperasi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Bansos BPNT Juni 2026: Jadwal Cair, Cara Cek Status Penerima hingga Besaran Bantuan

Selain itu, BGN juga memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan seluruh dapur memenuhi standar keamanan pangan, mutu layanan, serta kualitas sumber daya manusia yang ditetapkan.

Melalui langkah tersebut, BGN ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar gizi dan keamanan yang baik.

Menurut Nanik, penataan pelaksanaan program juga dilakukan untuk menjawab tantangan pemerataan layanan di berbagai daerah.

Baca Juga: Istana Bantah Isu Purbaya Mundur dan Tegaskan Tak Ada Pergantian Menteri

“Saat ini masih terdapat konsentrasi dapur yang tinggi di wilayah aglomerasi, sementara sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan. Karena itu kami melakukan penataan agar pemerataan manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia,” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi BGN, Jumat (5/6/2026).

Untuk memperluas jangkauan layanan, BGN tengah menyiapkan berbagai skema implementasi MBG yang lebih adaptif di wilayah 3T.

Pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata melalui pembangunan fasilitas baru, tetapi juga dengan mengoptimalkan sarana yang telah tersedia, seperti kantin sekolah, dapur umum, maupun fasilitas komunitas yang memenuhi persyaratan operasional program.

Baca Juga: BKN Pastikan Kabar Pembukaan Seleksi CPNS 2026 Hoaks

BGN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan usaha milik negara, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, dan berbagai pihak lainnya yang ingin berpartisipasi dalam mendukung perluasan layanan MBG di wilayah yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan sistem pengendalian internal, integrasi data, validasi informasi, serta pengembangan sistem yang lebih terstruktur dan terukur.

Menurutnya, tata kelola yang baik harus dibangun melalui sistem yang kuat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ekspor Sumsel Turun 23,82 Persen hingga April 2026, Batu Bara dan Lignit Jadi Penyebab Utama

Dalam penajaman sasaran program, BGN juga memperkuat intervensi kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai kelompok strategis dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.