Perang Meluas, Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan Soal Selat Hormuz

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan di Timur Tengah akibat konflik Amerika Serikat dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Sebaliknya, perang justru nampaknya akan makin meluas.
Terbaru, Presiden AS Donald Trump, mewanti-wanti Oman agar tidak mengganggu kesepatan dengan Iran soal Selat Hormuz.
Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya
Trump mengatakan, pihaknya akan memborbardir Oman habis-habisan jika mereka menghalangi kesepakatan tersebut.
Sementara itu, menurut unggahan jurnalis Fox News, Trey Yingst di X mengatakan Trump menyerukan agar Iran menyerah dan meminta mereka segera mengibarkan bendera putih.
Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS
Baca Juga: Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
Trump, dalam pernyataan sebelumnya, mengatakan bahwa dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang.
Presiden AS itu juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan, sembari menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".
Tarik Ulur Selat Hormuz
Baca Juga: Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menterioooo
Isu Selat Hormuz terus menjadi perdebatan dan perselisihan dalam konflik antara Iran dan AS, dengan upaya diplomasi membahas pembukaan kembali jalur perairan strategis itu gagal membuahkan hasil konkret.
Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama AS terus melakukan intervensi di kawasan, terutama memberlakukan blokade laut.
Teheran juga menuduh Washington gagal memenuhi ketentuan dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Saat Peringatan HUT Kemerdekaan RI, Naik atau Stabil?
Trump sebelumnya mengklaim bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz dan meyakini akan dapat mempertahankan kendali tersebut.
Namun juru bicara komando terpadu militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, langsung membantah klaim Trump tersebut.
"Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







