Sumsel

Karhutla Sumsel Naik 1.261 Hektare dalam Sebulan, OKU Tertinggi

Kurnia | 13 Agustus 2026, 15:00 WIB
Karhutla Sumsel Naik 1.261 Hektare dalam Sebulan, OKU Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin mengkhawatirkan. Hingga Juli 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 1.926,2 hektare.

Angka tersebut melonjak 1.261,4 hektare dibandingkan luasan karhutla yang tercatat hingga Juni 2026, yakni sekitar 664,8 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan data tersebut merupakan hasil analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan bersama BRIN.

"Luasan karhutla Sumsel hingga Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.857,7 hektare terjadi di lahan mineral dan 68,5 hektare berada di lahan gambut," ujar Ferdian, Kamis (13/8/2026).

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar. Total lahan terbakar di daerah tersebut mencapai 516 hektare.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Terasa, Dinkes Sumsel Waspadai Lonjakan ISPA pada Agustus

Posisi berikutnya ditempati Banyuasin dengan 274,4 hektare, termasuk 17,5 hektare lahan gambut. Kemudian Ogan Ilir 272,5 hektare dan Ogan Komering Ilir (OKI) 230,3 hektare.

Selanjutnya, Musi Banyuasin (Muba) mencatat 228 hektare lahan terbakar, dengan 29,1 hektare di antaranya merupakan lahan gambut. Muara Enim mencapai 141,9 hektare dan Musi Rawas Utara (Muratara) 111,9 hektare, termasuk 19,9 hektare di lahan gambut.

Sementara itu, luas karhutla di PALI tercatat 57,4 hektare, OKU Selatan 55,2 hektare, OKU Timur 23,2 hektare, Prabumulih 7,3 hektare, Lahat 6 hektare, Palembang 1,5 hektare, dan Musi Rawas 0,6 hektare.

Adapun Lubuklinggau, Pagar Alam, dan Empat Lawang belum mencatat adanya luasan karhutla berdasarkan analisis tersebut.

Tertinggi dalam Empat Tahun Terakhir

Ferdian mengatakan luasan karhutla Sumsel hingga Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tiga tahun sebelumnya.

Pada 2023, luas karhutla tercatat 1.178,5 hektare. Angka itu kemudian turun menjadi 963,1 hektare pada 2024, sebelum kembali meningkat menjadi 1.382,4 hektare pada 2025.

Namun, angka tahun ini masih berada di bawah catatan 2022 yang mencapai 2.445,7 hektare.

Ferdian mengingatkan peningkatan luasan karhutla perlu menjadi perhatian serius karena Sumsel mulai memasuki periode puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September.

Menurutnya, kondisi lapangan semakin menantang karena ketersediaan air mulai berkurang. Di sisi lain, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) juga menghadapi kendala karena minimnya awan potensial.

"Ini menjadi warning penting. Peningkatan signifikan dan ancaman ke depan masih dapat terjadi seiring dengan puncak musim kemarau pada Agustus-September," katanya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan karhutla perlu terus diperkuat agar kebakaran tidak semakin meluas, terutama di wilayah yang sudah memiliki luasan terdampak cukup besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia