Sumsel

Harga Ayam di Pasar Sekip Ujung Tembus Rp48 Ribu per Kg, Pedagang Sebut Stok Tersedot Dapur MBG dan Hotel

Deny Wahyudi | 4 Agustus 2026, 14:51 WIB
Harga Ayam di Pasar Sekip Ujung Tembus Rp48 Ribu per Kg, Pedagang Sebut Stok Tersedot Dapur MBG dan Hotel
Daging Ayam.

AKURAT.CO SUMSEL Harga daging ayam potong di Pasar Sekip Ujung, Kecamatan Kemuning, Palembang, kembali mengalami kenaikan. Pada Selasa (4/8/2026), harga ayam mencapai Rp48 ribu per kilogram, membuat daya beli masyarakat menurun dan penjualan pedagang ikut lesu.

Sejumlah pedagang menyebut lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebutuhan pasokan hotel.

Kondisi tersebut membuat pasokan ayam di pasar tradisional berkurang sehingga harga di tingkat pedagang ikut terkerek.

Ebun, salah seorang pedagang ayam di Pasar Sekip Ujung, mengatakan saat ini memperoleh stok ayam jauh lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Akibatnya, ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian dari pemasok.

"Stok sekarang susah didapat. Kami juga mengurangi pembelian karena pembeli di pasar sudah mulai sepi," ujarnya.

Baca Juga: Erick Thohir Tetap Percaya John Herdman Usai Timnas Indonesia Dibekuk Vietnam 0-3

Menurut Ebun, tingginya harga membuat masyarakat berpikir dua kali untuk membeli ayam. Jika sebelumnya ia mampu menjual sekitar 50 ekor ayam dalam sehari, kini penjualannya hanya berkisar 25 ekor.

"Harga ayam sekarang Rp48 ribu per kilogram. Pembeli berkurang karena banyak yang merasa kemahalan," katanya.

Kondisi serupa dialami pedagang lain, Jali. Ia mengaku pasokan ayam semakin terbatas, sementara keuntungan yang diperoleh justru menurun karena penjualan melambat.

"Biasanya saya bisa menjual sekitar 60 ekor ayam sehari. Sekarang stok terbatas dan pembeli juga tidak sebanyak dulu," ujarnya.

Ia menjelaskan mayoritas pembeli di Pasar Sekip Ujung merupakan masyarakat yang berbelanja kebutuhan harian. Namun, kenaikan harga membuat banyak calon pembeli hanya bertanya tanpa jadi membeli.

"Banyak yang tanya harga, tapi setelah tahu harganya mereka batal membeli. Mudah-mudahan nanti siang ada pembeli lagi," ucapnya.

Kenaikan harga juga dirasakan para ibu rumah tangga. Asnah, salah seorang pembeli, mengaku membatalkan niat membeli ayam setelah mengetahui harganya telah mencapai Rp48 ribu per kilogram.

"Awalnya saya mau beli ayam, tapi setelah dengar harganya saya batal. Akhirnya pilih beli ikan karena lebih terjangkau," katanya.

Menurut Asnah, kenaikan harga ayam membuat banyak keluarga mulai mengurangi konsumsi daging ayam sebagai lauk sehari-hari. Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara tingginya permintaan dan ketersediaan pasokan agar harga kebutuhan pokok tetap stabil.

"Program untuk masyarakat tentu bagus, tapi kami juga berharap harga bahan makanan tetap terjangkau. Kalau terus naik, yang berat ya ibu-ibu yang mengatur belanja rumah tangga," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia