Sumsel

Sumur Mengering, Warga Pagar Alam Berburu Air hingga ke Desa Tetangga

Kurnia | 3 Agustus 2026, 17:15 WIB
Sumur Mengering, Warga Pagar Alam Berburu Air hingga ke Desa Tetangga
Ilustrasi pendistribusian air bersih. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Musim kemarau yang telah berlangsung selama hampir enam bulan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Sumur-sumur warga di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan dilaporkan mengering, sehingga masyarakat terpaksa mencari sumber air dari lokasi yang cukup jauh.

Setiap hari, warga harus membawa jeriken menuju mata air maupun Sungai Lematang untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga air minum.

Zuhairi (55), warga Dusun Darang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, mengatakan sejak sumur di rumahnya mengering, ia bersama warga lain rutin mengambil air dari mata air di desa tetangga yang berjarak sekitar lima kilometer.

"Terpaksa angkut air setiap hari dari mata air dusun tetangga. Itupun harus antre karena banyak warga dari dusun lain yang mengambil air di tempat yang sama," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ironisnya, menurut Zuhairi, jaringan pipa PDAM sebenarnya telah terpasang di wilayahnya sejak belasan tahun lalu. Namun hingga kini air bersih belum pernah mengalir ke rumah-rumah warga.

"Sudah ada pipanya, tapi sampai sekarang belum dialiri air. Akhirnya kami tetap mengandalkan mata air," keluhnya.

Baca Juga: Direktur PO ALS dan Pemilik Truk Jadi Tersangka Tragedi Maut di Muratara

Kondisi serupa juga dialami warga Kecamatan Dempo Selatan. Sebagian besar masyarakat masih bergantung pada aliran Sungai Lematang untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari saat musim kemarau.

"Setiap tahun memang seperti ini. Hanya Sungai Lematang yang bisa kami andalkan untuk kebutuhan air sehari-hari," kata Mathan (60), warga Dusun Tanah Pilih.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Setiap hari, mobil tangki berkapasitas 16 ton milik PDAM dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah perkampungan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Pemerintah berharap distribusi air bersih ini dapat meringankan beban warga hingga musim kemarau berakhir.

Siapkan Proyek Air Minum Rp1 Miliar

Di sisi lain, Pemkot Pagar Alam juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih.

Wali Kota Pagar Alam mengatakan pemerintah akan merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Dusun Bandar melalui proyek senilai Rp1 miliar yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih.

"Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan mampu menjawab persoalan yang selama bertahun-tahun dirasakan warga, terutama saat debit sumber air menurun akibat musim kemarau," ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas distribusi air bersih, proyek tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pasokan air bagi masyarakat, khususnya di wilayah Dempo Selatan yang setiap tahun menghadapi persoalan serupa.

Pemerintah optimistis pembangunan instalasi pengolahan air minum tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih setiap kali musim kemarau datang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia