BPBD Sumsel Catat 1.721 Titik Panas Selama Juli 2026, Tertinggi Tahun Ini

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) selama Juli 2026.
Sebanyak 1.721 hotspot terdeteksi di berbagai wilayah Sumsel, menjadikannya angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini sekaligus rekor tertinggi untuk periode Juli dalam 11 tahun terakhir.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI).
"Sepanjang Juli terdeteksi sebanyak 1.721 hotspot di Sumsel. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2026. Sebaran terbanyak berada di Muba sebanyak 344 titik, Muara Enim 235 titik, dan OKI 203 titik," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Sudirman, jumlah hotspot pada Juli tahun ini juga melampaui catatan pada periode yang sama sejak 2015 hingga 2025.
Ia menjelaskan peningkatan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin kering akibat musim kemarau, sehingga memicu meningkatnya potensi munculnya titik panas di sejumlah daerah.
"Untuk periode Juli, angka tahun ini merupakan yang tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Kondisi cuaca yang kering menjadi salah satu faktor utama meningkatnya hotspot," katanya.
Secara kumulatif, BPBD Sumsel mencatat sebanyak 3.570 hotspot terdeteksi sejak Januari hingga Juli 2026.
Muara Enim menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak sepanjang tahun ini, yakni mencapai 601 titik. Disusul Musi Banyuasin sebanyak 552 titik, Lahat 467 titik, Ogan Komering Ilir 323 titik, Musi Rawas Utara 298 titik, Musi Rawas 221 titik, serta Banyuasin 217 titik.
Meski demikian, Sudirman menegaskan hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Titik panas merupakan indikator awal yang harus segera diverifikasi melalui pengecekan di lapangan.
"Hotspot menjadi sistem peringatan dini. Setiap titik yang terdeteksi harus segera diperiksa agar dapat dipastikan apakah benar terjadi kebakaran atau tidak," jelasnya.
BPBD Sumsel terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, TNI, Polri, serta instansi terkait untuk melakukan patroli dan penanganan cepat terhadap setiap hotspot yang terdeteksi.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas, terutama di tengah puncak musim kemarau yang masih berlangsung di Sumatera Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







