Sumsel

Sembilan Helikopter Dikerahkan, Karhutla Sumsel Kian Meluas

Kurnia | 19 Agustus 2026, 18:15 WIB
Sembilan Helikopter Dikerahkan, Karhutla Sumsel Kian Meluas
Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) menyusul meningkatnya titik kebakaran di sejumlah wilayah.

Tambahan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini tengah menuju Palembang.

Helikopter yang disebut berasal dari Rusia itu akan menambah kekuatan udara untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit dipadamkan melalui jalur darat.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tambahan armada tersebut sedang dalam perjalanan menuju Palembang.

“Bantuan itu akan segera datang karena saat ini sedang dalam perjalanan dari Rusia menuju ke Kota Palembang,” kata Sudirman di Palembang, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Sumsel Ingin Lepas dari Ketergantungan Sapi Lampung, Breeding Digenjot

Dengan kedatangan helikopter tersebut, total armada udara yang mendukung penanganan karhutla di Sumsel menjadi sembilan unit.

Saat ini terdapat delapan helikopter yang telah beroperasi, terdiri dari dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing.

Penambahan armada dinilai penting karena eskalasi karhutla terus meningkat. Selain itu, sejumlah titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau oleh tim pemadam melalui jalur darat.

“Dengan eskalasi karhutla di Sumsel yang terus meningkat, kita akan mendapatkan tambahan satu unit helikopter water bombing dari BNPB,” ujar Sudirman.

37 Titik Karhutla dalam Sehari

Gambaran tingginya aktivitas karhutla terlihat dari pemantauan tim gabungan pada 18 Agustus 2026.

Dalam satu hari, ditemukan 37 titik kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni 11 titik. Kemudian Ogan Ilir tujuh titik, Muara Enim dan OKU Timur masing-masing lima titik, PALI empat titik, serta Palembang dua titik.

Pada hari yang sama, luas lahan yang terbakar bertambah sekitar 93,5 hektare.

Namun, kemampuan penanganan di lapangan masih menghadapi tantangan. Satgas darat baru menangani sekitar 10 hektare, sedangkan operasi water bombing telah menjatuhkan air ke area sekitar tiga hektare.

Kondisi itu membuat BPBD Sumsel memusatkan penanganan di tiga wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, yakni OKI, Muara Enim dan Musi Banyuasin (Muba).

Di OKI, operasi pemadaman dilakukan di Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam dan Tanjung Lubuk.

Sementara di Muara Enim, tim melakukan penanganan di Kecamatan Gelumbang.

Adapun di Muba, fokus operasi berada di Kecamatan Bayung Lencir, tepatnya Desa Muara Medak.

Tekanan akibat karhutla bukan hanya terlihat dari jumlah titik yang muncul dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Sumsel mencatat sebanyak 1.470 kejadian karhutla terjadi sejak 1 Januari hingga 18 Agustus 2026.

Sementara berdasarkan data Sipongi KLH hingga Juli 2026, indikasi luas karhutla di Sumsel telah mencapai 1.926,2 hektare.

Angka tersebut menunjukkan skala penanganan yang masih besar. Apalagi Sumsel saat ini memasuki periode musim kemarau yang membuat kondisi lahan semakin rentan terbakar.

Penambahan helikopter water bombing diharapkan dapat mempercepat pemadaman, terutama di kawasan yang sulit ditembus personel dan kendaraan pemadam.

Operasi udara pun menjadi salah satu tumpuan pemerintah untuk menekan meluasnya karhutla sekaligus mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia