Sumsel

Tekan Tawuran Pelajar, Pemprov Sumsel Pertimbangkan Lanjutkan Retret Laskar Pandu Satria

Kurnia | 19 Agustus 2026, 17:45 WIB
Tekan Tawuran Pelajar, Pemprov Sumsel Pertimbangkan Lanjutkan Retret Laskar Pandu Satria

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan membuka peluang untuk kembali menggelar program Retret Laskar Pandu Satria sebagai salah satu upaya memperkuat pembinaan karakter pelajar.

Program tersebut kembali menjadi perhatian di tengah munculnya isu tawuran pelajar di Kota Palembang.

Pemprov Sumsel menilai pembinaan siswa tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan disiplin, tetapi juga perlu diarahkan pada kegiatan positif dan pembentukan karakter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra mengatakan, kelanjutan program retret masih akan melihat situasi serta hasil pelaksanaan sebelumnya.

Baca Juga: Iran Tegaskan Ingin Perang Berakhkr, Survey Dukungan Warga AS ke Trump Anjlok ke Level Terendah

“Untuk Retret Laskar Pandu Satria, kita situasional. Itu program yang selalu dilaksanakan Gubernur Sumsel. Kita lihat hasilnya, nanti kita coba pada lanjutannya,” kata Edward, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, kegiatan seperti retret dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kedisiplinan sekaligus membentuk karakter pelajar.

Melalui kegiatan yang terarah, siswa diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan diri dan mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.

Namun, Edward menegaskan pembinaan pelajar tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Peran sekolah dan keluarga dinilai sangat penting dalam mengawasi sekaligus mengarahkan aktivitas anak.

Karena itu, kepala sekolah, guru, komite sekolah hingga orang tua diminta bersama-sama memperkuat pengawasan terhadap para pelajar.

Edward juga mengingatkan siswa agar tidak mudah terprovokasi dan terlibat dalam aksi tawuran maupun kegiatan negatif lainnya.

“Kami mengimbau anak-anak pelajar untuk menghindari dan tidak terprovokasi terhadap perilaku tawuran dan hal-hal negatif lainnya,” ujarnya.

Selain pengawasan, sekolah juga didorong memperbanyak kegiatan produktif.

Menurut Edward, aktivitas positif di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi waktu luang yang berpotensi digunakan untuk kegiatan yang merugikan.

“Sekolah juga harus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang produktif untuk pelajar agar waktunya dapat digunakan untuk hal yang baik,” tutupnya.

Dengan kembali mencuatnya persoalan tawuran pelajar, Pemprov Sumsel melihat pembinaan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Retret Laskar Pandu Satria pun berpeluang kembali menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan evaluasi program sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia