Sumsel

Karhutla Kembali Terjadi di Perbatasan Palembang-Banyuasin, Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Kurnia | 11 Juli 2026, 18:15 WIB
Karhutla Kembali Terjadi di Perbatasan Palembang-Banyuasin, Helikopter Water Bombing Diterjunkan

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin. Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/7/2026) di kawasan perbatasan Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Palembang, dengan Desa Pengkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran melanda lahan semak belukar dengan luas sekitar tiga hektare.

"Tim langsung menuju lokasi setelah menerima informasi adanya titik api. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 13.20 WIB dan berhasil dikendalikan pada pukul 16.20 WIB," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga: Karhutla di Sumsel Tembus 306 Kejadian, PALI hingga Muba Jadi Wilayah Paling Rawan

Menurut Ferdian, dari total lahan yang terdampak, sekitar 1,5 hektare berhasil dipadamkan secara langsung hingga kondisi api dapat dikendalikan dan tidak lagi menyebar.

Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan mengerahkan personel dari Manggala Agni Daops Sum-XIV/Banyuasin, TNI, Polri, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang.

Selain pemadaman darat, satu unit helikopter water bombing juga diterjunkan untuk membantu menjinakkan api dari udara, terutama pada area yang sulit dijangkau petugas.

Langkah tersebut dilakukan guna mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar yang mulai mengering akibat musim kemarau.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, lahan yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar, belidang, gegas, dan gelam. Lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan jenis tanah mineral.

Sementara itu, status kepemilikan lahan diduga merupakan milik masyarakat. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang semakin kering dapat mempercepat penyebaran api.

Memasuki puncak musim kemarau, pemerintah juga terus meningkatkan patroli di daerah rawan karhutla serta memantau kemunculan titik panas sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia