Sumsel

Deretan Miliarder Muda AI di Silicon Valley, Kekayaan Tembus Triliunan Rupiah

Kurnia | 18 Agustus 2026, 12:59 WIB
Deretan Miliarder Muda AI di Silicon Valley, Kekayaan Tembus Triliunan Rupiah
Lucy Guo

AKURAT.CO SUMSEL Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) di Silicon Valley, Amerika Serikat, melahirkan generasi baru miliarder berusia muda. Sejumlah pendiri startup bahkan berhasil mengumpulkan kekayaan hingga miliaran dolar AS hanya dalam beberapa tahun.

Fenomena tersebut terjadi di tengah derasnya aliran investasi ke industri AI. Meski muncul kekhawatiran mengenai potensi gelembung atau bubble AI, investor masih berlomba menanamkan modal pada perusahaan yang dinilai memiliki prospek besar.

Dalam daftar tahunan orang terkaya dunia Forbes, terdapat lebih dari 80 miliarder yang kekayaannya berkaitan dengan bisnis AI. Jika digabungkan, total kekayaan mereka mencapai sekitar USD 2,9 triliun.

Menariknya, sekitar 45 orang di antaranya baru masuk dalam daftar tersebut pada tahun lalu.

Berikut sejumlah nama miliarder muda yang kekayaannya melejit berkat industri AI:

Lucy Guo, 31 Tahun

Lucy Guo menjadi salah satu perempuan muda yang berhasil membangun kekayaan dari industri teknologi. Ia merupakan salah satu pendiri Scale AI yang didirikan ketika usianya masih 21 tahun.

Scale AI bergerak di bidang pelabelan data yang digunakan untuk membantu pengembangan teknologi AI. Guo kini diperkirakan memiliki kekayaan sekitar USD 1,3 miliar.

Baca Juga: YouTube Ubah Cara Hitung View Mulai 24 Agustus, Video Baru Diputar Langsung Tercatat

Ia meninggalkan Scale AI pada 2018, tetapi masih memiliki sekitar 5% saham perusahaan tersebut. Setelah saham Scale AI dibeli Meta, valuasi perusahaan meningkat hingga sekitar USD 29 miliar.

Guo juga dikenal memiliki gaya hidup mewah. Ia membeli rumah senilai sekitar USD 30 juta di kawasan Hollywood Hills, Los Angeles, serta memiliki kondominium mewah di Miami.

Leopold Aschenbrenner, 24 Tahun

Leopold Aschenbrenner merupakan investor muda yang dikenal melalui fokusnya terhadap perkembangan AI. Kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar USD 300 juta.

Pria kelahiran Jerman tersebut tinggal di San Francisco dan menjalankan Situational Awareness LP, dana investasi yang berfokus pada sektor AI.

Namanya semakin dikenal setelah investasi besar di perusahaan AI, termasuk Anthropic. Aschenbrenner juga membeli rumah bersejarah di kawasan Nob Hill, San Francisco, dengan harga hampir USD 20 juta.

Rumah tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas mewah, termasuk lapangan golf mini, pemandangan Teluk San Francisco, serta kebun apel.

Tiga Pendiri Mercor, 23 Tahun

Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha merupakan tiga mantan teman sekolah menengah di San Jose yang mendirikan startup AI Mercor.

Ketiganya memilih meninggalkan bangku kuliah untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Mercor awalnya membantu perusahaan dalam proses perekrutan tenaga kerja, sebelum kemudian mengembangkan bisnis di bidang pelabelan data untuk AI.

Perusahaan itu mendapatkan pendanaan sebesar USD 350 juta yang membuat valuasinya mencapai sekitar USD 10 miliar.

Dari valuasi tersebut, masing-masing pendiri diperkirakan memiliki kekayaan sekitar USD 2,2 miliar. Meski demikian, ketiganya belum banyak diberitakan menggunakan kekayaan tersebut untuk membeli barang-barang mewah.

Steven Hao, 30 Tahun

Steven Hao sebelumnya bekerja sebagai engineer di Scale AI. Pada akhir 2023, ia ikut mendirikan Cognition AI yang berfokus pada pengembangan AI otonom.

Cognition kemudian memperkenalkan Devin, agen AI yang dapat membantu merencanakan pekerjaan, menulis kode, hingga menjalankan berbagai tugas perangkat lunak.

Valuasi Cognition terus meningkat setelah memperoleh sejumlah pendanaan dan mendekati USD 10,2 miliar.

Kekayaan Hao diperkirakan mencapai sekitar USD 1,3 miliar. Berbeda dari sejumlah miliarder muda lainnya, belum banyak laporan mengenai pembelian barang mewah yang dilakukan Hao.

Aravind Srinivas, 32 Tahun

Aravind Srinivas merupakan salah satu tokoh muda di balik Perplexity, mesin pencari berbasis AI yang dirancang untuk memberikan jawaban langsung kepada pengguna.

Sebelum mendirikan Perplexity pada 2022, Srinivas pernah bekerja sebagai peneliti AI di sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Google dan OpenAI.

Perplexity mengalami pertumbuhan pesat dan mencapai valuasi sekitar USD 20 miliar pada 2025. Kekayaan Srinivas diperkirakan berada di kisaran USD 2,1 miliar.

Ia disebut lebih banyak menggunakan kekayaannya untuk mendukung perkembangan industri teknologi dengan menjadi investor malaikat (angel investor) bagi sejumlah startup tahap awal.

Yuhai Wu, 31 Tahun

Yuhai Wu merupakan salah satu pendiri xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk.

Kekayaan Wu tidak diketahui secara pasti. Namun, nilainya diperkirakan meningkat tajam setelah xAI bergabung dengan SpaceX dalam kesepakatan yang membuat valuasi gabungan kedua perusahaan mencapai sekitar USD 1,25 triliun.

Wu kemudian meninggalkan xAI setelah proses akuisisi tersebut.

Di luar bisnis teknologi, Wu juga mulai mengoleksi properti mewah. Ia dilaporkan membeli rumah di San Mateo County dengan harga sekitar USD 70 juta. Sebelumnya, ia juga memiliki rumah di Los Altos yang dibeli sekitar USD 12 juta.

Fenomena tersebut menunjukkan betapa cepatnya perkembangan industri AI menciptakan kekayaan baru. Para pendiri startup yang sebelumnya tidak dikenal luas kini mampu masuk jajaran miliarder dunia dalam usia yang relatif muda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia