Sumsel

Hotspot di Sumsel Melonjak Jadi 57 Titik, Empat Daerah Masuk Zona Merah Karhutla

Kurnia | 9 Juli 2026, 18:30 WIB
Hotspot di Sumsel Melonjak Jadi 57 Titik, Empat Daerah Masuk Zona Merah Karhutla
Hotspot di Sumsel Melonjak Jadi 57 Titik, Empat Daerah Masuk Zona Merah Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin meningkat.

Hingga 9 Juli 2026, jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi mencapai 57 titik dan tersebar di 10 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Seiring meningkatnya hotspot, jumlah kejadian karhutla juga mengalami lonjakan signifikan. Tercatat sebanyak 301 kejadian kebakaran telah terjadi sejak awal tahun dengan total luasan lahan terbakar mencapai 305,39 hektare.

Data tersebut menempatkan empat daerah di Sumsel ke dalam kategori zona merah karena mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan Kabupaten PALI menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi yakni 52 kasus karhutla. Posisi berikutnya ditempati Musi Banyuasin dengan 43 kejadian, Ogan Ilir 39 kejadian, dan Muara Enim sebanyak 32 kejadian.

Baca Juga: Pengembangan Kasus Curanmor di Palembang Berujung Temuan Senjata Rakitan, Seorang Pria Diamankan

"Jumlah kejadian terus meningkat seiring berkurangnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumsel," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Selain empat daerah tersebut, tiga wilayah lainnya masuk kategori zona oranye atau memiliki 15 hingga 30 kejadian kebakaran. Ketiganya yakni Banyuasin dengan 30 kejadian, Musi Rawas Utara sebanyak 17 kejadian, dan OKU dengan 16 kejadian.

Sementara enam daerah lainnya masih berada pada kategori zona kuning karena jumlah kejadian karhutla masih di bawah 15 kasus, yakni OKI, Musi Rawas, Prabumulih, OKU Timur, Lahat, dan Lubuk Linggau.

Adapun dua daerah yang hingga kini masih berstatus zona hijau atau belum mencatat kejadian karhutla adalah Kota Pagar Alam dan Kabupaten OKU Selatan.

Berdasarkan data hotspot terbaru, Kabupaten OKU menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan 24 hotspot. Disusul OKI sebanyak delapan titik dan OKU Timur empat titik.

Sementara Muara Enim, Musi Banyuasin, OKU Selatan, dan PALI masing-masing menyumbang dua titik panas. Sedangkan Prabumulih, Lahat, dan Ogan Ilir masing-masing tercatat satu titik.

BPBD Sumsel juga menaruh perhatian khusus pada kondisi lahan gambut di Kabupaten OKI yang mulai memasuki fase rawan terbakar. Pengukuran Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) menunjukkan angka minus 42,2 sentimeter yang mengindikasikan lahan semakin kering.

Menurut Sudirman, kondisi tersebut membuat sebagian besar wilayah Sumsel saat ini berada pada kategori sangat mudah terbakar, terutama pada lapisan permukaan tanah yang dipenuhi rumput kering, semak, dan sisa vegetasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia