Antrean Solar Subsidi Masih Panjang, Herman Deru: Subsidi Harus Tepat Sasaran

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di sejumlah SPBU di wilayahnya belum sepenuhnya teratasi.
Menurutnya, diperlukan langkah menyeluruh agar distribusi solar subsidi benar-benar tepat sasaran.
Deru mengatakan kebutuhan solar subsidi di Sumsel tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, tetapi juga kendaraan yang melintas di jalur Trans Sumatera. Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM subsidi di provinsi ini jauh lebih tinggi.
"Sumatera Selatan merupakan bagian dari lintasan Trans Sumatera. Jadi pengguna BBM bukan hanya masyarakat Sumsel, tetapi juga kendaraan dari luar provinsi bahkan luar pulau," ujar Herman Deru, Senin (6/7/2026).
Selain tingginya kebutuhan, ia juga menyoroti masih banyaknya kendaraan yang diduga tidak berhak mengonsumsi solar subsidi.
Baca Juga: Antrean Solar Subsidi Kian Panjang, Pemprov Sumsel Siapkan Strategi Baru
Menurutnya, hingga kini belum ada regulasi yang secara tegas mengatur kategori kendaraan atau pengguna yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.
"Yang dibutuhkan adalah aturan yang jelas mengenai siapa yang berhak menggunakan BBM subsidi dan siapa yang tidak," katanya.
Deru mengimbau kalangan industri, perusahaan pertambangan, serta pemilik kendaraan mewah agar menggunakan BBM nonsubsidi sesuai dengan peruntukannya. Ia menilai kesadaran seluruh pihak sangat diperlukan agar subsidi pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
"Kalau memang untuk kepentingan industri, angkutan tambang, atau kendaraan mewah, sebaiknya menggunakan BBM nonsubsidi. Berikan kesempatan kepada masyarakat yang memang berhak menerima subsidi pemerintah," tegasnya.
Menurut Deru, terdapat tiga persoalan utama yang menjadi penyebab antrean solar subsidi di Sumsel. Pertama, kuota BBM subsidi yang dinilai belum mencukupi kebutuhan. '
Kedua, jumlah SPBU yang masih terbatas sehingga pelayanan belum mampu mengimbangi tingginya permintaan. Ketiga, adanya peralihan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat selisih harga yang cukup besar.
"Kondisi itulah yang menyebabkan antrean kendaraan di hampir seluruh SPBU di Sumatera Selatan terus terjadi," ujarnya.
Khusus di Kota Palembang, Deru menjelaskan sejumlah SPBU telah menerapkan pengaturan jam pelayanan bagi kendaraan pembeli solar subsidi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar SPBU dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Ia menegaskan pengaturan tersebut bukan untuk membatasi masyarakat memperoleh BBM subsidi, melainkan sebagai upaya mengatur antrean agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjut Deru, akan kembali membahas persoalan distribusi BBM subsidi dalam rapat bersama instansi terkait yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan solusi agar antrean di SPBU dapat dikurangi sekaligus memastikan penyaluran solar subsidi lebih tepat sasaran.z
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









