Karhutla di Sumsel Terkendali, Petugas Waspadai Potensi Kebakaran Sepekan ke Depan

AKURAT.CO SUMSEL Seluruh titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan berhasil dipadamkan.
Meski demikian, petugas gabungan masih disiagakan mengingat potensi kebakaran diperkirakan tetap tinggi dalam sepekan ke depan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi seluruh titik api di Sumsel saat ini telah terkendali.
"Semua titik api saat ini sudah padam di Sumsel," kata Ferdian, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, titik kebakaran yang telah berhasil dipadamkan berada di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Desa Ulak Petangisan, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, serta kawasan lahan gambut di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Khusus di kawasan gambut Pedamaran Timur, proses pemadaman membutuhkan waktu hingga tiga hari sebelum api benar-benar dapat dikendalikan.
Meski situasi saat ini relatif aman, Ferdian mengatakan seluruh personel tetap dalam kondisi siaga setelah adanya prakiraan dari BMKG yang menunjukkan tingkat bahaya kebakaran masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
"Teman-teman di lapangan saat ini tetap waspada karena proyeksi BMKG menunjukkan potensi bahaya kebakaran masih tinggi selama sepekan ke depan," ujarnya.
Menurut Ferdian, Kabupaten Ogan Ilir menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus. Pasalnya, kebakaran di wilayah tersebut berpotensi mengganggu sejumlah objek vital nasional, seperti Jalan Tol Trans Sumatra, jalur pipa minyak, hingga jalur kereta api akibat dampak asap.
Selain Ogan Ilir, pengawasan juga diperketat di kawasan lahan gambut Kabupaten OKI dan Musi Banyuasin (Muba).
Ia menjelaskan, kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan waktu penanganan lebih lama.
"Seperti kejadian di OKI kemarin, kami langsung mengerahkan 45 personel agar api cepat dipadamkan, tidak meluas, dan tidak menimbulkan asap dalam jumlah besar," katanya.
Ferdian juga mengungkapkan bahwa aktivitas kebakaran mulai meningkat di Kabupaten Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Karena itu, patroli rutin terus dilakukan di daerah-daerah yang dinilai rawan sebagai langkah deteksi dini sekaligus pencegahan.
Berdasarkan laporan di lapangan, tim Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat bersama BPBD Kabupaten Muara Enim sebelumnya berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar satu hektare di Desa Gumai.
Lahan yang terbakar didominasi semak belukar dan kayu gelam yang berada di atas lapisan gambut tipis dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter.
"Kami terus memfokuskan patroli pencegahan di seluruh lokasi yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran agar titik api dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin," tutup Ferdian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









