Sumsel

Puncak Kemarau Belum Tiba, Titik Panas di Sumsel Sudah Capai Rekor Tertinggi

Kurnia | 2 Juli 2026, 16:30 WIB
Puncak Kemarau Belum Tiba, Titik Panas di Sumsel Sudah Capai Rekor Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren peningkatan menjelang puncak musim kemarau.

Sepanjang Juni 2026, sebanyak 755 hotspot terdeteksi di berbagai wilayah Sumsel, menjadi angka bulanan tertinggi dalam satu dekade terakhir atau sejak 2015.

Data tersebut berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan. Jumlah hotspot pada Juni juga lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 708 titik.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kenaikan jumlah hotspot menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama karena Sumsel akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September mendatang.

Baca Juga: Isu Sony Hentikan Produksi Disc Game PlayStation Mulai 2028 Beredar, Belum Ada Konfirmasi Resmi

"Berdasarkan data Sipongi, sepanjang Juni terdapat 755 hotspot di Sumsel. Jumlah ini meningkat dibandingkan Mei yang terpantau sebanyak 708 titik. Seiring meningkatnya hotspot, potensi terjadinya karhutla juga ikut meningkat," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Meski demikian, Sudirman menjelaskan tidak seluruh hotspot merupakan titik kebakaran. Namun, setiap titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila tidak segera ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pengecekan di lapangan.

Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, Muara Enim menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak selama Juni 2026, yakni mencapai 171 titik. Selanjutnya disusul Lahat sebanyak 105 titik, Musi Banyuasin 84 titik, Ogan Komering Ilir (OKI) 73 titik, dan Musi Rawas Utara (Muratara) 59 titik.

Sementara itu, akumulasi hotspot sejak Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 1.849 titik. Muara Enim masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi sebanyak 366 titik, diikuti Lahat 326 titik, Musi Banyuasin 209 titik, Muratara 178 titik, Musi Rawas 147 titik, dan OKI 120 titik.

Mengantisipasi meningkatnya ancaman karhutla, BPBD Sumsel terus memperkuat langkah mitigasi melalui patroli darat dan udara di wilayah rawan kebakaran. Selain itu, pemantauan hotspot juga dilakukan setiap hari menggunakan data satelit sebagai dasar penentuan lokasi patroli dan pengerahan personel.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sejak dini dan tidak meluas," kata Sudirman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia