Sumsel

Hujan Masih Berpeluang Turun di Sumsel, BMKG Sebut Intensitas Ringan dan Bersifat Lokal

Kurnia | 1 Juli 2026, 17:50 WIB
Hujan Masih Berpeluang Turun di Sumsel, BMKG Sebut Intensitas Ringan dan Bersifat Lokal
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan masih berpeluang mengalami hujan dalam beberapa hari ke depan.

Meski telah memasuki musim kemarau, hujan diperkirakan masih terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang dan bersifat lokal.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang masih aktif di wilayah Sumatera.

"Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer dan hasil pemodelan cuaca, wilayah Sumatera Selatan masih memiliki potensi hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di Sumatera bagian utara, adanya intrusi udara kering di Sumatera bagian selatan, serta pola sirkulasi angin di perairan barat Sumatera Utara," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Sinta, kombinasi berbagai faktor tersebut masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Sumsel meski musim kemarau sudah mulai berlangsung.

Ia menjelaskan, hujan yang turun pada musim kemarau memiliki karakteristik berbeda dibandingkan saat musim penghujan. Curah hujan cenderung lebih rendah, berlangsung dalam waktu singkat, dan tidak terjadi secara merata.

"Pada musim kemarau, intensitas hujan mulai menurun. Hujan yang terjadi umumnya berintensitas ringan hingga sedang, berdurasi pendek, dan hanya terjadi di beberapa wilayah," katanya.

Meski tidak berlangsung lama, hujan yang masih turun dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan.

Selain membantu menurunkan suhu udara yang mulai terasa panas dalam beberapa pekan terakhir, hujan juga dapat mengurangi debu dan polusi di udara.

Tak hanya itu, curah hujan yang masih terjadi juga membantu membasahi lahan sehingga berpotensi mengurangi risiko munculnya titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, karena kondisi cuaca pada masa peralihan musim masih dapat berubah dengan cepat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia