Sumsel
HL Sumsel

OTT KPK di Sumsel Naik ke Penyidikan, Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Dinas Pendidikan

Kurnia | 9 Juni 2026, 12:02 WIB
OTT KPK di Sumsel Naik ke Penyidikan, Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Dinas Pendidikan

AKURAT.CO SUMSEL Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Selatan (Sumsel) memasuki babak baru.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara, lembaga antirasuah tersebut resmi meningkatkan kasus itu ke tahap penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Edison, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Muara Enim.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, mengatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang dinilai cukup untuk membawa kasus tersebut ke tahap penyidikan.

"Setelah dilakukan ekspose terhadap hasil kegiatan tangkap tangan, penyidik menyimpulkan telah terdapat kecukupan alat bukti sehingga perkara dinaikkan ke tahap penyidikan dan ditetapkan tersangka," ujarnya.

KPK mengungkap kasus ini berkaitan dengan dugaan penerimaan uang yang melibatkan Bupati Muara Enim dalam sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga: Nanik S Deyang Resmi Jadi Kepala BGN, Apa Saja Janji-janjinya?

Meski belum menjelaskan detail nilai transaksi maupun mekanisme dugaan suap yang terjadi, KPK memastikan perkara tersebut berfokus pada proyek-proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah.

Selain Edison, tiga orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari seorang pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, serta seorang pihak swasta yang diduga terkait dengan proyek yang tengah diselidiki.

Hingga kini, KPK masih menutup rapat identitas lengkap para tersangka selain Bupati Muara Enim. Lembaga antirasuah itu juga belum mengungkap peran masing-masing pihak maupun jumlah uang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Menurut KPK, rincian konstruksi perkara akan disampaikan secara resmi kepada publik dalam konferensi pers setelah seluruh proses administrasi penyidikan selesai dilakukan.

Langkah ini merupakan prosedur yang lazim dilakukan KPK untuk memastikan seluruh dokumen hukum dan berita acara pemeriksaan telah lengkap sebelum informasi detail dipublikasikan.

Kasus yang menjerat Bupati Muara Enim kembali menjadi sorotan karena menyangkut sektor pendidikan yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pembangunan daerah.

Perkara ini juga menambah daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi melalui mekanisme operasi tangkap tangan KPK. Dalam beberapa tahun terakhir, pengadaan barang dan jasa masih menjadi salah satu sektor yang paling sering ditemukan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.

Publik kini menunggu pengumuman resmi KPK terkait konstruksi perkara, nilai dugaan suap, serta keterlibatan masing-masing pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia