Sumsel Perkuat Sinergi antar instansi Hadapi Musim Kemarau Ekstrem dan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan (Sumsel), M Iqbal Alisyahbana, menghadiri dialog publik bertema Strategi Pencegahan dan Mitigasi Dampak Bencana El Nino di Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Keamanan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Mabes Polri.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem dan potensi bencana di wilayah Sumatera Selatan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam dialog itu, berbagai pihak mulai dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan sektor lingkungan dan perkebunan turut hadir untuk menyamakan langkah dalam upaya pencegahan serta mitigasi dampak El Nino.
M Iqbal Alisyahbana menegaskan BPBD Sumsel berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat dan ketahanan lingkungan.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui dialog ini, seluruh elemen menyamakan persepsi agar tindakan preventif dan penegakan hukum terkait pencegahan karhutla berjalan selaras dan berdampak nyata,” ujar Iqbal.
Ia juga menegaskan, langkah kolaboratif menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana saat musim kemarau ekstrem.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Sumsel Petakan 12 Wilayah Rawan Karhutla
“Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Mulai dari penguatan deteksi dini hotspot, patroli terpadu, penegakan hukum lingkungan, hingga edukasi masyarakat harus berjalan beriringan agar penanganan karhutla lebih efektif dan berdampak nyata,” ujar Iqbal.
Selain membahas strategi penanganan karhutla, dialog publik tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem akibat El Nino.
"Penanganan karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Semua pihak harus bergerak lebih dini, lebih cepat, dan terintegrasi lintas sektor,” tegasnya.
Forum ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Melalui sinergi seluruh pihak, upaya pencegahan dan mitigasi bencana di Sumsel diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko kerusakan lingkungan maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








