13 Kali Terbang, Tim Hujan Buatan Sumsel Fokus Basahi Lahan Gambut

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menunjukkan hasil.
Dalam sepekan terakhir, tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah menebar 13 ton garam atau natrium klorida (NaCl) ke atmosfer untuk memicu hujan buatan di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan meningkatkan potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan hingga Senin (11/5/2026), operasi hujan buatan telah dilakukan sebanyak 13 kali penerbangan atau sortie.
“Total sudah 13 sortie dengan bahan NaCl yang ditebar sebanyak 13 ton,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Operasi penyemaian awan difokuskan di tiga daerah prioritas, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Baca Juga: Diduga Bawa Kabur Uang Rp10 Juta, ART di Palembang Dilaporkan ke Polisi
Ketiga wilayah itu dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi karena memiliki hamparan lahan gambut yang luas.
Menurut Siswanto, proses hujan buatan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keberadaan awan potensial hujan. Karena itu, penyemaian tidak selalu bisa dilakukan setiap hari sesuai target.
“Kalau awan tidak memenuhi syarat, maka penyemaian tidak dilakukan,” katanya.
Meski demikian, hasil operasi dinilai cukup efektif. Curah hujan di sejumlah wilayah rawan disebut mengalami peningkatan dan membantu menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar.
Selain itu, jumlah titik panas atau hotspot di beberapa daerah prioritas juga mulai menurun selama pelaksanaan operasi berlangsung.
“Peningkatan hujan cukup membantu mengurangi potensi munculnya titik api di wilayah rawan,” jelas Siswanto.
Selama tujuh hari pelaksanaan, tim OMC juga disebut tidak mengalami kendala cuaca signifikan yang menghambat penerbangan pesawat penyemai awan.
Pemerintah berharap operasi hujan buatan ini mampu menjadi langkah pencegahan dini untuk meminimalkan risiko kabut asap di Sumsel saat puncak kemarau tiba dalam beberapa bulan mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







