BMKG Prediksi Sumsel Masuki Kemarau Akhir Juni, El Nino Picu Risiko Kekeringan Panjang

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Sumatera Selatan akan memasuki musim kemarau pada akhir Juni 2026.
Tahun ini, periode kering diprediksi berlangsung lebih lama dan intens akibat pengaruh fenomena El Nino dengan kategori moderat hingga kuat.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel, Nandang Pangaribowo, menjelaskan bahwa peralihan musim tidak terjadi serentak, melainkan bertahap dimulai dari wilayah timur.
Wilayah pesisir timur seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sebagian Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu Timur menjadi area awal yang lebih dulu memasuki musim kemarau sesuai pola normal.
“Pergerakan awal musim kemarau dimulai dari wilayah timur Sumsel, kemudian akan meluas secara bertahap ke daerah lain,” ujar Nandang.
Setelah itu, kondisi kering diperkirakan menjalar ke wilayah tengah, termasuk Palembang, Banyuasin, hingga Muara Enim pada akhir Mei. Seluruh wilayah provinsi diprediksi telah mengalami musim kemarau secara merata pada penghujung Juni.
BMKG mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini tidak berlangsung biasa.
Aktivitas El Nino yang cukup kuat berpotensi membuat kondisi menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama, bahkan hingga September 2026.
Baca Juga: Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Polisi Lakukan Pendalaman
Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak luas terhadap berbagai sektor.
Mulai dari pertanian dan perkebunan yang rentan gagal panen, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Durasi kemarau yang lebih panjang berpotensi memicu gangguan di banyak sektor, termasuk kesehatan dan ekonomi masyarakat,” jelas Nandang.
Dengan potensi dampak yang cukup besar, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Langkah mitigasi seperti pengelolaan sumber air, antisipasi karhutla, serta penyesuaian pola tanam dinilai penting untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









