Suhu Udara di Sumsel Lebih Dingin Meski Musim Kemarau, BMKG: Akibat Fenomena MJO dan Awan Tebal

AKURAT.CO SUMSEL Meski tengah memasuki musim kemarau, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) justru mengalami penurunan suhu udara dalam beberapa hari terakhir.
Cuaca yang lebih sejuk ini bahkan dirasakan cukup signifikan pada malam hari.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan, suhu minimum tercatat menyentuh angka 24 derajat Celsius pada malam hari, sementara suhu maksimum di siang hari berada di kisaran 31 derajat Celsius.
“Berdasarkan hasil observasi di Bandara SMB II Palembang, suhu maksimum siang hari hanya mencapai 31 derajat Celsius dan suhu minimum malam hari turun hingga 24 derajat Celsius,” ujar Prakirawan BMKG Sumsel, Sinta Andayani, Jumat (20/6/2025).
Menurut Sinta, penurunan suhu ini disebabkan oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan dan curah hujan di wilayah Sumsel.
Akumulasi awan yang cukup tebal berperan dalam menahan radiasi sinar matahari, sehingga membuat suhu permukaan bumi terasa lebih sejuk.
Baca Juga: Tirta Musi Mulai Normalisasi Air Bersih ke 9 Kecamatan Usai Perbaikan Pipa Rusak
“Kondisi ini dipicu oleh aktifnya MJO yang meningkatkan peluang hujan. Selain itu, pembentukan awan yang cukup banyak turut menghalangi sinar matahari, menyebabkan suhu menjadi lebih rendah dari biasanya,” jelasnya.
Fenomena cuaca dingin ini tak hanya terjadi di Palembang, tetapi juga merata di sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumsel. Dalam tiga hingga lima hari ke depan, diperkirakan masih akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, meski tidak merata di semua wilayah.
“Penurunan suhu terjadi hampir di seluruh wilayah Sumsel. Hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan, namun sifatnya lokal dan tidak menyeluruh,” tambah Sinta.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap kondisi ini sebagai perubahan musim. Cuaca dingin ini bersifat sementara. BMKG memperkirakan suhu akan kembali meningkat seiring kembalinya pola musim kemarau pada akhir Juni hingga Juli 2025.
“Ini hanya fenomena sesaat. Ketika cuaca kembali cerah dan MJO melemah, suhu udara akan naik lagi. Puncak musim kemarau nantinya diprediksi disertai suhu tinggi yang bisa mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









