Sumsel Mulai Dikepung Kemarau, Warga Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memasuki periode musim kemarau yang ditandai dengan menurunnya curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah.
Selama dasarian II Juli 2025, curah hujan di provinsi ini tercatat sangat rendah, yaitu di bawah 50 mm.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa kondisi hari tanpa hujan (HTH) kini semakin meluas, dengan durasi bervariasi antar wilayah.
“HTH terpanjang tercatat di Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, yang mengalami 15 hari berturut-turut tanpa hujan,” jelasnya, Senin (21/7/2025).
Secara umum, sebagian besar wilayah Sumsel kini berada dalam kategori HTH sangat pendek (1–5 hari). Namun, ada sejumlah wilayah yang mulai memasuki kategori HTH menengah (11–20 hari), seperti Muara Enim, Banyuasin bagian timur, dan OKU Selatan.
Baca Juga: Dari 5 Helikopter, 2 Sudah Siap Terbang di Palembang Lawan Karhutla
Sementara itu, hanya sebagian kecil wilayah seperti Musi Banyuasin bagian timur yang mencatat curah hujan tinggi, yakni mencapai 163 mm berdasarkan pengamatan di Pos Hujan ARG Sekayu. Wilayah lain umumnya menunjukkan pola curah hujan di bawah normal.
Data terbaru menunjukkan bahwa 10 dari 14 Zona Musim (ZOM) di Sumatera Selatan atau sekitar 71 persen wilayah sudah secara resmi masuk musim kemarau. Wilayah lainnya masih berada dalam masa transisi atau peralihan.
Kondisi atmosfer global juga turut mendukung kemarau yang terjadi saat ini. Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada dalam fase netral. Aktivitas angin dominan dari timur, sementara gangguan cuaca Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan akan kembali aktif pada akhir Juli.
Menghadapi kemarau yang mulai menguat, BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap dua hal: risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem lokal yang dapat muncul secara tiba-tiba.
“Meski dominan kemarau, tetap ada potensi hujan tiba-tiba disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diminta waspada, terutama yang berada di sekitar lahan gambut,” imbau Wandayantolis.
Wilayah yang diprediksi masih memiliki peluang hujan menengah (51–150 mm) pada dasarian III Juli meliputi sebagian kecil OKU Selatan, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, OKI bagian timur, dan Banyuasin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








