Tujuh Daerah Rawan Karhutla di Sumsel Belum Naikkan Status Siaga, Hotspot Terus Bertambah

AKURAT.CO SUMSEL Meskipun jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengalami peningkatan signifikan sejak awal Juni 2025, tujuh daerah yang tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga menaikkan status siaga darurat bencana asap.
Ketujuh daerah tersebut yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), Lahat, dan Ogan Ilir.
Berdasarkan data Dinas Kehutanan Sumsel yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, hingga pertengahan Juni tercatat ada 113 hotspot tersebar di wilayah-wilayah tersebut.
“Penetapan status siaga di tingkat kabupaten masih berproses. Beberapa sudah masuk meja kepala daerah, seperti di Ogan Ilir tinggal menunggu tanda tangan,” ujar Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisayhabana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Senin (23/6/2025).
Baca Juga: Jemaah Haji Embarkasi Palembang yang Meninggal Dunia Bertambah, Mayoritas dari Sumatera Selatan
Dari total titik panas yang terpantau, Kabupaten Musi Rawas tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 24 titik.
Disusul Lahat dengan 12 titik, Muratara 6 titik, Ogan Ilir 5 titik, serta OKU dan OKU Selatan masing-masing 2 titik. Hanya OKU Timur yang hingga kini belum terpantau adanya hotspot.
Sudirman menegaskan bahwa peningkatan status siaga sangat penting untuk mempercepat respons penanganan dan pencegahan karhutla, terutama di daerah yang sudah berulang kali mengalami kebakaran lahan.
“Seperti di Ogan Ilir, pernah terjadi kebakaran lahan cukup besar, bahkan di sekitar Tol Palembang–Indralaya Km 16. Kami terus mendorong agar penetapan siaga dilakukan secepatnya,” ungkapnya.
Pada tahun 2024, ketujuh daerah tersebut memang tercatat memiliki riwayat karhutla cukup luas. Musi Rawas menjadi daerah terdampak terbesar dengan luas kebakaran mencapai 1.208,5 hektare.
Diikuti Muratara (871,7 ha), Ogan Ilir (788,1 ha), OKU (720,9 ha), OKU Selatan (243,5 ha), OKU Timur (79,8 ha), dan Lahat (5,2 ha).
Sementara itu, hingga pertengahan Juni 2025 ini, enam daerah di Sumsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
Lima di antaranya termasuk dalam wilayah rawan, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Muara Enim.
Satu daerah lainnya, Prabumulih, meski tidak termasuk zona rawan, juga menetapkan status siaga sebagai langkah antisipatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







