Sumsel Siaga, Musi Rawas dan Ogan Ilir Resmi Naikkan Status Darurat Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Ogan Ilir resmi menetapkan status siaga darurat ebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
Dengan penetapan ini, total sudah 10 pemerintah daerah di Sumsel yang menaikkan status menjadi siaga darurat karhutla, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel di level provinsi.
"Pemkab Mura dan Ogan Ilir sudah menaikkan status siaga. Kini sudah ada 10 pemda yang meningkatkan status siaga, termasuk Pemprov Sumsel," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Senin (14/7/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipatif dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu peningkatan kebakaran lahan dan hutan.
Seiring dengan status siaga tersebut, BPBD bersama instansi terkait juga mempercepat mobilisasi personel dan peralatan di daerah rawan karhutla.
Baca Juga: Awas! Motor Jemaah Masjid Al-Amin Raib Saat Subuh, Pelaku Terekam CCTV Leluasa Beraksi
"Kita baru saja berkoordinasi dengan BNPB tiga hari lalu. Fokusnya pada langkah-langkah yang perlu ditempuh BPBD di Sumsel dalam menghadapi musim kemarau tahun ini, terutama untuk mencegah dan menangani karhutla," jelasnya.
Sebelumnya, beberapa daerah yang lebih dulu menetapkan status siaga darurat adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Prabumulih, dan Muara Enim.
Dengan peningkatan status tersebut, pemerintah daerah kini memiliki kewenangan lebih untuk mengakses bantuan logistik maupun teknis dari pemerintah provinsi dan pusat. Termasuk di antaranya penggunaan helikopter water bombing jika situasi darurat membutuhkan penanganan dari udara.
"Status siaga ini membuat kesiapan personel dan peralatan jadi lebih optimal. Kita juga bisa segera bergerak cepat jika kondisi memburuk," ujarnya.
Sudirman pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor jika menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran.
"Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran makin meluas. Kita harapkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tetap terjaga," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









