Sumsel

Trump Ancam Iran dengan Ribuan Rudal Jika Ada Upaya Pembunuhan terhadap Dirinya

Kurnia | 11 Juli 2026, 13:00 WIB
Trump Ancam Iran dengan Ribuan Rudal Jika Ada Upaya Pembunuhan terhadap Dirinya
Donald Trump

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Trump menyatakan Amerika Serikat siap memberikan respons militer besar-besaran jika terjadi upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat. Dalam unggahannya, ia mengklaim telah menginstruksikan militer AS untuk bersiaga menghadapi segala kemungkinan ancaman.

Trump menyebut ribuan rudal telah disiapkan dan diarahkan ke Iran sebagai langkah antisipasi apabila Teheran melakukan atau mencoba melakukan serangan terhadap Presiden Amerika Serikat.

Ia juga menegaskan pasukan AS berada dalam kondisi siap tempur dan memiliki kemampuan menjalankan operasi militer dalam jangka waktu yang panjang jika situasi mengharuskannya.

Pernyataan tersebut muncul setelah beredar laporan media Amerika Serikat yang menyebut intelijen Israel telah membagikan informasi kepada Washington mengenai dugaan ancaman baru dari Iran terhadap Trump.

Baca Juga: Catat! Rute Lengkap Sumsel Bhayangkara Run 2026 di Jakabaring Palembang

Laporan itu menyebut terdapat indikasi mengenai skenario yang diduga disusun oleh Iran terkait kemungkinan upaya pembunuhan terhadap Presiden AS.

Namun, hingga kini belum ada bukti atau rincian resmi yang dipublikasikan terkait informasi tersebut.

Pemerintah Iran juga belum memberikan tanggapan atas pernyataan Trump maupun laporan intelijen yang beredar.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah gencatan senjata yang sempat tercapai pada Juni 2026 dilaporkan berakhir menyusul aksi saling serang di kawasan Teluk.

Meski demikian, Amerika Serikat disebut masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi guna meredakan konflik yang kembali memanas.

Situasi di kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, menjadi sorotan dunia dalam beberapa hari terakhir.

Jalur pelayaran strategis tersebut kembali memanas setelah terjadinya aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dan kelancaran distribusi energi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia