Trump Klaim Perang AS-Iran Berakhir, Dunia Menanti Kepastian Kesepakatan Damai

AKURAT.CO SUMSEL Ketegangan panjang antara Amerika Serikat dan Iran disebut memasuki babak baru setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan klaim mengejutkan bahwa konflik kedua negara telah berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara melalui sambungan telepon dalam sebuah acara kampanye di Georgia pada Kamis (12/6/2026) waktu setempat. Ia menyebut Washington dan Teheran kini berada di tahap akhir menuju kesepakatan yang disebut akan mengakhiri konflik.
"Kita mengakhiri perang dengan Iran hari ini," kata Trump dalam pernyataannya.
Trump juga menyebut kedua pihak telah mencapai kesepahaman melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Menurutnya, dokumen tersebut menjadi langkah awal menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Salah satu poin yang disebut menjadi bagian dari pembahasan adalah jaminan Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir serta upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
"Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mereka sepakat untuk itu," ujar Trump.
Meski klaim tersebut menarik perhatian internasional, Pemerintah Iran belum menyatakan secara resmi bahwa perang telah benar-benar berakhir. Teheran hanya mengakui bahwa proses diplomasi dengan Washington telah memasuki tahap penting.
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru, Cinta Menguat, hingga Kejutan Finansial
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan sejumlah isu utama dalam negosiasi telah menemukan titik temu.
Namun, Iran masih melakukan pembahasan internal sebelum memberikan keputusan resmi mengenai isi kesepakatan, termasuk isu terkait program nuklir.
Situasi antara AS dan Iran sebelumnya memburuk setelah serangkaian serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran munculnya konflik besar di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan dari Iran terhadap sejumlah target di wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan membuat situasi semakin panas. Negara-negara dunia pun khawatir konflik tersebut dapat mengganggu stabilitas kawasan serta jalur perdagangan energi global.
Upaya gencatan senjata kemudian dilakukan beberapa bulan setelah eskalasi meningkat. Namun, proses menuju kesepakatan damai berjalan penuh tarik ulur akibat perbedaan kepentingan antara kedua negara.
Kini, pernyataan Trump menjadi sorotan karena jika benar terealisasi, kesepakatan AS-Iran berpotensi menjadi perubahan besar dalam peta geopolitik Timur Tengah.
Meski demikian, masyarakat internasional masih menunggu bukti konkret berupa pengumuman resmi dan penandatanganan perjanjian sebelum memastikan konflik panjang kedua negara tersebut benar-benar berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem







